PROMO
Latest Post
Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts
17:22
Setelah proses register dan koneksi perangkat sonoff selesai sekarang Anda sudah bisa mengendalikan, membuat jadwal on-off selama 24 jam nonstop otomatis ke perangkat saklar wifi sonoff lewat smarphone Anda dengan jaringan WLAN maupun jaringan seluler 3G/4G selama perangkat sonoff di tempat Anda tetap tersambung ke internet melalui router/ modem WiFi ke provider internet.
Setelah langkah ini selesai barulah Anda berlanjut ke langkah berikutnya yaitu menggunakan perintah suara dengan Aplikasi google home dan google assistant di smartphone Anda. Gmabar Di samping kiri ini adalah contoh yang penulis gunakan untuk mengendalikan pompa air on dan off lewat aplikasi ewelink. Setelah menginstalasi aplikasi google home anda perlu mengkonfigurasi google Anda agar bisa menyambungkan google assitant Anda ke aplikasi ewelink. sehingga jika perintah suara dikeluarkan ke google assistant google akan merespon melalui aplikasi ewelink sehingga akan mengendalikan perangkat sonoff tersebut.
Untuk mengkonfigurasi aplikasi ewelink ke google home assistan masuk ke setting google, ke menu setelang (setting) lalu menu assistant google (setting kembali) lalu di dalam menu konfigurasi assistant google pilih menu di bawah menu prangkat (telepon) akan ada menu "home control (kontrol rumah). Setelah masuk lalu klik tombol tanda (+) untuk menambahkan perangkat. Tekan lalu akan muncul menu baru untuk memilih produk atau merk perangkat yang akan ditambahkan, karena tutorial ini memakai sonoff maka pilih produk "Smart We Link". Untuk lebih jelasnya coba lihat gambar di bawah ini.
Setelah anda memilih Smart We Link Anda akan kembali mengisi login ewelink seperti di gambar yang pada awal-awal login ke ewelink. setelah masuk perangkat sonoff yang sudah ada di aplikasi ewelink akan terdeteksi otomatis di google home control, Anda bisa mengganti label nama perangkat dan ruangan di mana perangkat sonoff tersebut berada, untuk memudahkan pelabelan. Contoh di samping menggunakan label pompa air karena memang untuk mengatur saklar pompa air.
Setelah semua sudah diberi nama label, maka Anda tinggal menguji dengan perintah suara ke google assistant, direkomendasikan bahasa deafult Inggris walaupun bisa juga mengunakan Bahasa lokal (Indonesia), karena perintahnya menggunakan kata "on" dan "off".
Berikut adalah contoh menggunakan perintah di google assistant (lihat gambar di bawah), jika berhasil google assistant akan memberi respon kalaupun gagal, dia juga akan memberikan keterangan juga.
Baik kurang lebih seperti itulah memanfaatkan perintah suara google assistant untuk mengendalikan perangkat smart switch yang mengaktifkan atau menonaktifkan peralatan listrik di rumah Anda. Di bawah ini ada video contoh penggunaan google assistant untukperangkat sonoff smart WiFi switch. Selamat Mencoba.
Rumah Pintar Mudah Dengan Perintah Suara Menggunakan Google Assistant dan Sonoff
Written By Unknown on Sunday, 22 July 2018 | 17:22
Sekarang dengan gaya hidup modern yang didukung dengan teknologi smartphone, kebutuhan apa saja bisa dibilang Anda dapat melakukannya lewat gadget yang Anda miliki. Ya bukan hanya sekedar bermedsos ria, belanja, tapi untuk mengendalikan peralatan listrik Anda di rumah sendiri, kini juga menjadi suatu gaya hidup baru. Dengan adanya Aplikasi Google yang didukung Voice Command Assistant Anda dapaty memerintahkan samrtphone Anda untuk melakukan sesuatu, termasuk mengendalikan pernagkat listrik di rumah Anda. Selain Google Assistant Anda perlu menggunakan microcontroller pintar seperti arduino dan sejenisnya, namun kini sudah ada alternatif mudah yang Anda tidak perlu pusing menulis script perintah maupun meng-compilenya. Dengan menggunakan Sonoff Smart WiFi Switch Anda sudah cukup untuk mencoba membangun sebuah sistem smart home atau Rumah Pintar yang ringkas. Sebenarnya masih banyak produk-produk merk lain, namun untuk sonoff harganya memang lebih miring dipasaran namun sudah cukup baik performanya untuk aplikasi sederhana untuk tutorial singkat ini
![]() |
| Tipe perangkat Sonoff (sumber aliexpress) |
Sesuai namanya Sonoff adalah saklar elektronik yang dapat dikendalikan jarak jauh lewat media nirkabel WiFi 2.4 Ghz, sebagian model yang lain bisa lewat frekuensi 433 Mhz. Anda tinggal menginstalasi aplikasi "eWelink" di smartphone Anda untuk mengendalikan saklar sonoff tersebut.
Tipe atau model smart switch sonoff beraneka ragam mulai switch listrik AC biasa tanpa socket stop kontak, hingga tipe din rail untuk relay pusat atau switch lampu yang tertempel di dinding. Untuk memudahkan tutorial singkat ini, kita menggunakan contoh tipe sonoff S20 (lihat gambar) yang berbentuk fisik 1 stop kontak listrik dengan tipe socket EU (Eropa) karena tidak perlu merangkai kabel lagi ke perangkat atau peralatan listrik yang akan dikendalikan.
Saklar Sonoff S20 cukup Anda pasang di stop kontak listrik ac 110 atau 220 manapun untuk peralatan apapun dengan kemampuan maksimal 2200W 10A. Untuk kali pertama Anda perlu menginstal aplikasi ewelink di Android atau Ios smartphone Anda. Setelah mendaftar dengan no hp anda, anda perlu login ke dalam aplikasi setelah itu anda perlu klik tombol (+) di layar aplikasi paling bawah. Setelah itu Anda akan dipandu untuk menyambung ke perangkat sonoff yang aktif (dalam hal ini S20) dengan WiFi yang tersambung ke router/ modem wireless. Perlu dicatat agar sonoff bisa bekerja Anda harus memiliki jaringan internet WiFi dengan router wireless karena perangkat sonoff ini memerlukan koneksi WiFi untuk menyambung ke jaringan. Untuk lebih detail langkah-langkahnya Anda masuk ke link eWelink Introduction.
| Tampilan awal masuk (register) |
| Saat akan pairing ke perangkat sonoff |
Setelah proses register dan koneksi perangkat sonoff selesai sekarang Anda sudah bisa mengendalikan, membuat jadwal on-off selama 24 jam nonstop otomatis ke perangkat saklar wifi sonoff lewat smarphone Anda dengan jaringan WLAN maupun jaringan seluler 3G/4G selama perangkat sonoff di tempat Anda tetap tersambung ke internet melalui router/ modem WiFi ke provider internet.Setelah langkah ini selesai barulah Anda berlanjut ke langkah berikutnya yaitu menggunakan perintah suara dengan Aplikasi google home dan google assistant di smartphone Anda. Gmabar Di samping kiri ini adalah contoh yang penulis gunakan untuk mengendalikan pompa air on dan off lewat aplikasi ewelink. Setelah menginstalasi aplikasi google home anda perlu mengkonfigurasi google Anda agar bisa menyambungkan google assitant Anda ke aplikasi ewelink. sehingga jika perintah suara dikeluarkan ke google assistant google akan merespon melalui aplikasi ewelink sehingga akan mengendalikan perangkat sonoff tersebut.
Untuk mengkonfigurasi aplikasi ewelink ke google home assistan masuk ke setting google, ke menu setelang (setting) lalu menu assistant google (setting kembali) lalu di dalam menu konfigurasi assistant google pilih menu di bawah menu prangkat (telepon) akan ada menu "home control (kontrol rumah). Setelah masuk lalu klik tombol tanda (+) untuk menambahkan perangkat. Tekan lalu akan muncul menu baru untuk memilih produk atau merk perangkat yang akan ditambahkan, karena tutorial ini memakai sonoff maka pilih produk "Smart We Link". Untuk lebih jelasnya coba lihat gambar di bawah ini.
![]() |
| Setting ewelink di google |
![]() |
| Nama label sonoff |
Setelah semua sudah diberi nama label, maka Anda tinggal menguji dengan perintah suara ke google assistant, direkomendasikan bahasa deafult Inggris walaupun bisa juga mengunakan Bahasa lokal (Indonesia), karena perintahnya menggunakan kata "on" dan "off".
Berikut adalah contoh menggunakan perintah di google assistant (lihat gambar di bawah), jika berhasil google assistant akan memberi respon kalaupun gagal, dia juga akan memberikan keterangan juga.
![]() |
| Memberi perintah google assistant ke perangkat sonoff smart switch |
Baik kurang lebih seperti itulah memanfaatkan perintah suara google assistant untuk mengendalikan perangkat smart switch yang mengaktifkan atau menonaktifkan peralatan listrik di rumah Anda. Di bawah ini ada video contoh penggunaan google assistant untukperangkat sonoff smart WiFi switch. Selamat Mencoba.
07:36
Persiapan perangkat PLTS
Untuk membangun sistem PLTS paling tidak Anda perlu menyiapkan baterai atau aki, panel surya, dan pengendali panel surya (solar controller), serta kabel penghubung. tidak lupa termasuk yang penting adalah dioda atau rectifier jika Anda menghubung paralel antar baterai dan juga antar panel surya untuk pengaman arus dc. Tambahan lain sekring (fuse) atau bisa juga mcb dc sebagai breaker pengaman jika terjadi korsleting listrik.
Posisi fuse atau mcb dc ini terutama digunakan pada input dan ouput pengendali panel surya. Biasanya pengendali surya ini mempunyai beberapa terminal, paling tidak ada 3 pasang terminal:
Jenis Pengendali Surya
Di pasaran umumnya terdiri dari dua jenis sistem pengendali panel surya, yang pertama adalah jenis PWM, kedua jenis MPPT. Keduanya memiliki karakteristrik yang berbeda.
Untuk PWM (Pulse Width Modulation) harga pasaran lebih ekonomis namun dari informasi yang didapat untuk efisiensi mengisi ulang baterai masih kurang terutama pada saat cuaca mendung, karena tidak bisa merubah kelebihan tegangan menjadi amper untuk mampu mengisi baterai secara cepat, jadi pada umumnya rangkaian panel surya menggunakan sistem paralel untuk memperbesar amper jika menggunakan pengendali surya jenis PWM.
Pada jenis MPPT (Maximum Power Point Tracking) adalah jenis yang terbaru yang memiliki efisiensi lebih tinggi 10%-30% dibanding jenis PWM. Hal tersebut karena sistem pengendali MPPT dapat bekerja menghasilkan daya yang dibutuhkan dalam konidisi cuaca apapun, karena dapat mengubah kelebihan tegangan menjadi amper untuk mampu mengisi ulang baterai. Oleh karena itu umumnya rangkaian panel surya menggunakan sistem seri karena tegangan input untuk jenis MPPT mampu menjalankan voltase yang cukup tinggi (sanggup 100 v lebih). karena kelebihan itulah harga di pasaran pengendali jenis MPPT jauh lebih mahal dibanding PWM.
Tapi Anda jangan sampai terkecoh, karena kadang di pasaran ada jenis kombinasi PWM dan MPPT, artinya sebenarnya pengendali itu jenis PWM namun ada fitur-fitur yang mirip dengan MPPT, walaupun tidak sepenuhnya sama. Yang paling mudah dikenali jika pengendali surya tersebut murni jenis MPPT adalah umumnya tegangan input dari panel ke pengendali bisa besar lebih dari 50 volt bahkan di atas 100 volt, kedua adalah adanya komponen kumparan pada rangkaian elektronik pengendali MPPT.
Fitur yang lebih lengkap baiknya pengendali yang sudah memiliki layar lcd untuk mengetahui informasi besar voltase baterai, ada juga yang memiliki fitur pengendali otomatis on-off beban dan mengubah angka tegangan saat charge dan discharge baterai.
Untuk diperhatikan tiap pengendali surya ada spesifikasi arus maksimal beban, jadi lebih baik Anda membeli pengendali panel surya dengan arus yang lebih besar dibanding yang digunakan d beban dc Anda, supaya lebih aman.
Baterai
Baterai atau biasa disebut aki digunakan untuk menyimpan daya dari yang diserap panel surya, menggunakan rating voltase 12 volt dengan kapasitas amper-hour (Ah) yang disesuaikan dengan daya yang dipakai perangkat Anda. Perlu dingat karena kita akan menggunakan tenaga listrik dengan hybrid dikombinasikan dengan grid PLN, maka baterai hanya digunakan sebagai cadangan saja ketika sumber PLN padam atau saat hari hujan sehingga panel surya tidak maksimal menyerap daya. Jadi tidak terlalu perlu kapasitas yang terlalu besar untuk menyiapkan daya listrik sepanjang malam, atau beberapa hari karena hujan terus-menerus seperti pada kasus sistem PLTS off-grid.
Tapi memang lebih baik jika Anda menyiapkan kapasitas baterai dengan daya yang lebih besar dari yang dibutuhkan perangkat dc Anda untuk jangka waktu tertentu misal 6-12 jam. Misal jika daya beban perjam 50 watt dengan rencana memiliki cadangan sumber listrik selama 12 jam. Berarti pemakaian daya selama 12 jam adalah 50 x 12 = 600 watt. Artinya minimal butuh baterai dengan kapasitas 50 Ah sebagai cadangan sumber listrik selama 12 jam.
Baterai atau aki yang digunakan idealnya jenis "deep cycle" karena lebih sanggup mengalami discharge lebih besar dan awet dibanding aki kendaraan.
Perangkat Beban DC
Disarankan semua beban ke PLTS menggunakan perangkat arus dc dengan rating 12 volt untuk mengurangi kehilangan daya. Jika Anda menggunakan perangkat dengan input ac maka butuh inverter dc to ac untuk mengubahnya yang berakibat kehilangan sebagian daya untuk menjalankan perangkat inverter itu sendiri. Inverter dc to ac ini langsung dihubungkan ke baterai aki, jangan tersambung ke terminal beban dc dari pengendali karena terminal tersebut khusus hanya untuk beban dc. Jika Anda paksakan, akan membuat pengendali surya tersebut rusak.
Buatlah terminal jalur kabel listrik tambahan jika beban dc Anda lebih dari satu perangkat untuk dijalankan. Sampai tahap ini sistem PLTS sudah dapat digunakan untuk bekerja semestinya.
Perangkat Hybrid ke Grid PLN
Pada sistem hybrid on-grid PLN biasanya menggunakan inverter dc to ac yang sudah berfungsi juga sebagai pengendali panel surya atau sering disebut inverter grid tie, ditambah bank baterai jka diperlukan sebagai cadangan jika sumber pln padam ataupun pada saat panel surya tidak maksimal menghasilkan daya, misal pada saat hujan.
Dan apabila PLTS yang dibuat memiliki skala rumah tangga yang cukup besar, pengguna sistem PLTS bisa mengganti meteran daya biasa dari pln dengan meteran ekspor-impor yang berfungsi apabila ada kelebihan daya yang dihasilkan PLTS rumah tangga dapat diekspor ke jaringan grid pln, sehingga PLN bisa membeli daya dari pelanggannya sendiri. Hal ini sudah berlangsung di beberapa negara, namun di negeri kita masih dalam tahap persiapan.
Untuk tutorial sederhana ini kami tidak menggunakan inverter dc to ac karena memang skalanya cukup kecil hanya untuk menjalankan tower BTS dengan perangkat wireless dan lampu dc. Daya yang digunakan perangkat dan lampu hanya berkisar 50 - 100 watt saja. Idealnya panel surya yang dipakai harus lebih besar dari daya yang dibutuhkan, jadi panel yang digunakan dalam kasus ini yaitu minimal sekitar 100-200 watt. Namun di tutorial ini kami hanya menyalakan sebagian saja untuk menguji sistem hybrid plts dengan grid pln bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Panel yang kami gunakan baru sebesar 50 watt, maka daya beban dc yang digunakan harus lebih kecil dari itu.
Perangkat lain yang dibutuhkan untuk mengambil sumber listrik dari pln tentu adaptor listrik atau power supply dc dengan rating 12 volt, yang memiliki nilai besar arus disesuaikan dengan besar daya beban perangkat dc yang dipakai. Daya keluaran dari adaptor atau power supply disarankan agar lebih besar dari daya yang dibutuhkan beban dc.
Alat tambahan untuk mengganti jalur sumber listrik ke beban dc dari plts ke pln atau sebaliknya, bisa dengan manual seperti saklar atau relai manual, namun hal ini tentu tidak ideal. Sistem yang dibuat harus mirip mengikuti kerja UPS namun dengan beberapa tambahan fitur, karena baterai UPS hanya berfungsi saat jalur PLN terputus atau terjadi pemadaman listrik. Maka diperlukan sensor untuk input kepada saklar atau relai untuk mengganti jalur sumber listrik secara otomatis pada saat yang diinginkan.
Pada tutorial ini kami menggunakan modul saklar otomatis berbasis sensor cahaya dengan relai no-nc. Anda bisa berkreasi dengan modul saklar otomatis yang lain misal dengan timer.
Cara Kerja Sistem Hybrid
Dari perangkat yang disebutkan sebelumnya sistem yang kami inginkan adalah sebagai berikut
Dari hasil percobaan kami dengan cara di atas, sistem hybrid bekerja dengan baik sesuai yang diinginkan. Untuk catatan sensitivitas modul sensor cahaya dengan relai bisa Anda ataur sesui dengan keinginan, karena untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk jadi pada saat pagi atau sore, maupun cuaca berawan-hujan otomatis relai berpindah ke jalur sumber yang diinginkan (grid pln).
Tambahan lain, Anda bisa menambah komponen kapasitor elco dengan kapasitas yang agak besar di jalur yang ke beban dc untuk menjaga agar beban dc pada saat berganti sumber listrik tidak mengalami off sesaat atau restart pada perangkat bts maupun berkedip pada lampu dc.
Selamat berkreasi.
Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Panel Surya dan Grid PLN
Written By Unknown on Saturday, 31 December 2016 | 07:36
Pada artikel lama yang telah publikasikan sebelumnya, yaitu Membangun Tower Base Station Tenaga Surya telah ditulis prinsip atau ide dasar bagaimana membangun sebuah sistem tower base station tenaga surya dengan sistem "off-grid" atau sepenuhnya menggunakan sistem pembangkit surya atau PLTS, maka kali ini kami akan membahas tutorial sederhana membangun pembangkit listrik tenaga hybrid PLTS dengan grid (jaringan) PLN untuk kebutuhun perangkat dc seperti untuk wireless base station maupun lampu dc, dan lainnya.
Jika pada kasus sistem PLTS off-grid, di mana tidak ada sumber energi listrik lain yang tersedia seperti jalur grid PLN di tempat yang kita pasang sistem tersebut, maka untuk kasus hybrid ini, tempat yang kita pasang sistem PLTS hybrid tetap ada sumber listrik PLN namun kita menggunakan sistem PLTS untuk kebutuhan perangkat atau peralatan listrik tertentu, misal untuk lampu, kamera cctv, charger telepon genggam, router WiFi dan yang lainnya terutama perangkat-perangkat Anda yang memilki input arus dc rating12 volt.
Fungsi Sistem Hybrid
Tujuan pembuatan sistem sumber listrik berbasis hybrid ini memberikan sebuah solusi alternatif sumber energi yang ramah lingkungan, tidak berisik dan mudah dikerjakan oleh semua orang. Paling tidak ada beberapa fungsi sistem pembangkit listrik hybrid PLTS dan grid PLN ini.
- Menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan
- Bisa berfungsi pengganti sumber listrik utama seperti PLN jika terjadi pemadaman (sumber cadangan).
- Menghemat biaya listrik dari grid PLN
- Bisa menggantikan peran sumber listrik cadangan yang kurang ramah lingkungan seperti genset yang berisik dan memerlukan bbm untuk menjalankannya.
Mungkin masih ada beberapa point yang bisa disebutkan, namun paling tidak poin-poin tersebut sudah bisa menjelaskan kegunaan sitem listrik hybrid ini.
Untuk informasi, bahwa tutorial sederhana ini hanya memberikan contoh penggunaan peralatan berbasis arus dc, jadi tidak semua perangkat di rumah tangga bisa menggunakan sumber langsung dari PLTS ini. Jika Anda menginginkan perangkat berbasis arus bolak-balik ac, maka diperlukan perangkat dc to ac converter atau biasa disebut inverter untuk merubah arus dc ke ac, namun hal ini menyebabkan ada daya listrik yang hilang karena proses perubahan pada perangkat inverter. Biasanya perangkat inverter ini dipakai pada sistem PLTS off-grid maupun hybrid on-grid skala besar untuk keseluruhan listrik rumah tangga, karena untuk menyalakan mesin-mesin seperti motor pompa air, mesin cuci, kulkas, pendingin udara ac, televisi, komputer dan lain-lain.
![]() | |
| Contoh inverter dc to ac (sumber: akowadcac.com) |
Untuk membangun sistem PLTS paling tidak Anda perlu menyiapkan baterai atau aki, panel surya, dan pengendali panel surya (solar controller), serta kabel penghubung. tidak lupa termasuk yang penting adalah dioda atau rectifier jika Anda menghubung paralel antar baterai dan juga antar panel surya untuk pengaman arus dc. Tambahan lain sekring (fuse) atau bisa juga mcb dc sebagai breaker pengaman jika terjadi korsleting listrik.
Posisi fuse atau mcb dc ini terutama digunakan pada input dan ouput pengendali panel surya. Biasanya pengendali surya ini mempunyai beberapa terminal, paling tidak ada 3 pasang terminal:
- Input dari panel surya
- Output ke baterai aki
- Output ke beban dc
![]() |
| Solar controller dan MCB DC |
Di pasaran umumnya terdiri dari dua jenis sistem pengendali panel surya, yang pertama adalah jenis PWM, kedua jenis MPPT. Keduanya memiliki karakteristrik yang berbeda.
Untuk PWM (Pulse Width Modulation) harga pasaran lebih ekonomis namun dari informasi yang didapat untuk efisiensi mengisi ulang baterai masih kurang terutama pada saat cuaca mendung, karena tidak bisa merubah kelebihan tegangan menjadi amper untuk mampu mengisi baterai secara cepat, jadi pada umumnya rangkaian panel surya menggunakan sistem paralel untuk memperbesar amper jika menggunakan pengendali surya jenis PWM.
Pada jenis MPPT (Maximum Power Point Tracking) adalah jenis yang terbaru yang memiliki efisiensi lebih tinggi 10%-30% dibanding jenis PWM. Hal tersebut karena sistem pengendali MPPT dapat bekerja menghasilkan daya yang dibutuhkan dalam konidisi cuaca apapun, karena dapat mengubah kelebihan tegangan menjadi amper untuk mampu mengisi ulang baterai. Oleh karena itu umumnya rangkaian panel surya menggunakan sistem seri karena tegangan input untuk jenis MPPT mampu menjalankan voltase yang cukup tinggi (sanggup 100 v lebih). karena kelebihan itulah harga di pasaran pengendali jenis MPPT jauh lebih mahal dibanding PWM.
Tapi Anda jangan sampai terkecoh, karena kadang di pasaran ada jenis kombinasi PWM dan MPPT, artinya sebenarnya pengendali itu jenis PWM namun ada fitur-fitur yang mirip dengan MPPT, walaupun tidak sepenuhnya sama. Yang paling mudah dikenali jika pengendali surya tersebut murni jenis MPPT adalah umumnya tegangan input dari panel ke pengendali bisa besar lebih dari 50 volt bahkan di atas 100 volt, kedua adalah adanya komponen kumparan pada rangkaian elektronik pengendali MPPT.
Fitur yang lebih lengkap baiknya pengendali yang sudah memiliki layar lcd untuk mengetahui informasi besar voltase baterai, ada juga yang memiliki fitur pengendali otomatis on-off beban dan mengubah angka tegangan saat charge dan discharge baterai.
Untuk diperhatikan tiap pengendali surya ada spesifikasi arus maksimal beban, jadi lebih baik Anda membeli pengendali panel surya dengan arus yang lebih besar dibanding yang digunakan d beban dc Anda, supaya lebih aman.
Baterai
Baterai atau biasa disebut aki digunakan untuk menyimpan daya dari yang diserap panel surya, menggunakan rating voltase 12 volt dengan kapasitas amper-hour (Ah) yang disesuaikan dengan daya yang dipakai perangkat Anda. Perlu dingat karena kita akan menggunakan tenaga listrik dengan hybrid dikombinasikan dengan grid PLN, maka baterai hanya digunakan sebagai cadangan saja ketika sumber PLN padam atau saat hari hujan sehingga panel surya tidak maksimal menyerap daya. Jadi tidak terlalu perlu kapasitas yang terlalu besar untuk menyiapkan daya listrik sepanjang malam, atau beberapa hari karena hujan terus-menerus seperti pada kasus sistem PLTS off-grid.
Tapi memang lebih baik jika Anda menyiapkan kapasitas baterai dengan daya yang lebih besar dari yang dibutuhkan perangkat dc Anda untuk jangka waktu tertentu misal 6-12 jam. Misal jika daya beban perjam 50 watt dengan rencana memiliki cadangan sumber listrik selama 12 jam. Berarti pemakaian daya selama 12 jam adalah 50 x 12 = 600 watt. Artinya minimal butuh baterai dengan kapasitas 50 Ah sebagai cadangan sumber listrik selama 12 jam.
Baterai atau aki yang digunakan idealnya jenis "deep cycle" karena lebih sanggup mengalami discharge lebih besar dan awet dibanding aki kendaraan.
Perangkat Beban DC
Disarankan semua beban ke PLTS menggunakan perangkat arus dc dengan rating 12 volt untuk mengurangi kehilangan daya. Jika Anda menggunakan perangkat dengan input ac maka butuh inverter dc to ac untuk mengubahnya yang berakibat kehilangan sebagian daya untuk menjalankan perangkat inverter itu sendiri. Inverter dc to ac ini langsung dihubungkan ke baterai aki, jangan tersambung ke terminal beban dc dari pengendali karena terminal tersebut khusus hanya untuk beban dc. Jika Anda paksakan, akan membuat pengendali surya tersebut rusak.
Buatlah terminal jalur kabel listrik tambahan jika beban dc Anda lebih dari satu perangkat untuk dijalankan. Sampai tahap ini sistem PLTS sudah dapat digunakan untuk bekerja semestinya.
Perangkat Hybrid ke Grid PLN
Pada sistem hybrid on-grid PLN biasanya menggunakan inverter dc to ac yang sudah berfungsi juga sebagai pengendali panel surya atau sering disebut inverter grid tie, ditambah bank baterai jka diperlukan sebagai cadangan jika sumber pln padam ataupun pada saat panel surya tidak maksimal menghasilkan daya, misal pada saat hujan.
Dan apabila PLTS yang dibuat memiliki skala rumah tangga yang cukup besar, pengguna sistem PLTS bisa mengganti meteran daya biasa dari pln dengan meteran ekspor-impor yang berfungsi apabila ada kelebihan daya yang dihasilkan PLTS rumah tangga dapat diekspor ke jaringan grid pln, sehingga PLN bisa membeli daya dari pelanggannya sendiri. Hal ini sudah berlangsung di beberapa negara, namun di negeri kita masih dalam tahap persiapan.
Untuk tutorial sederhana ini kami tidak menggunakan inverter dc to ac karena memang skalanya cukup kecil hanya untuk menjalankan tower BTS dengan perangkat wireless dan lampu dc. Daya yang digunakan perangkat dan lampu hanya berkisar 50 - 100 watt saja. Idealnya panel surya yang dipakai harus lebih besar dari daya yang dibutuhkan, jadi panel yang digunakan dalam kasus ini yaitu minimal sekitar 100-200 watt. Namun di tutorial ini kami hanya menyalakan sebagian saja untuk menguji sistem hybrid plts dengan grid pln bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Panel yang kami gunakan baru sebesar 50 watt, maka daya beban dc yang digunakan harus lebih kecil dari itu.
Perangkat lain yang dibutuhkan untuk mengambil sumber listrik dari pln tentu adaptor listrik atau power supply dc dengan rating 12 volt, yang memiliki nilai besar arus disesuaikan dengan besar daya beban perangkat dc yang dipakai. Daya keluaran dari adaptor atau power supply disarankan agar lebih besar dari daya yang dibutuhkan beban dc.
![]() |
| Modul Relay dan Sensor Cahaya (3dlab-center.ru) |
Pada tutorial ini kami menggunakan modul saklar otomatis berbasis sensor cahaya dengan relai no-nc. Anda bisa berkreasi dengan modul saklar otomatis yang lain misal dengan timer.
Cara Kerja Sistem Hybrid
Dari perangkat yang disebutkan sebelumnya sistem yang kami inginkan adalah sebagai berikut
- Pada saat siang hari sumber listrik BTS dan lampu mengambil dari panel surya
- Pada malam hari sumber listrik BTS dan lampu mengambil dari grid pln
- Pada saat mendung pekat atau hujan sumber listrik BTS dan lampu mengambil dari grid pln
- Pada saat pln padam, sumber listrik mengambil dari panel surya, atau baterai jika malam hari atau saat hujan di siang hari
![]() |
| Rangkaian pembangkit hybrid sederhana |
Untuk bisa bekerja seperti itu sebelum masuk ke beban, jalur kabel dc dari sumber adaptor listrik untuk grid pln maupun dari panel surya harus masuk ke modul sakalar otomatis berbasis sensor cahaya. di mana kabel (+) masing-masing jalur dipasang ke terminal relai, satu ke no (normally open) satu ke nc (normally close), mana yang ke no dan nc tergantung kebutuhan Anda. Jalur common (+) dari relai baru tersambung ke beban dc yang dijalankan. Sedangkan jalur kabel (-) bisa digabung.
Dari hasil percobaan kami dengan cara di atas, sistem hybrid bekerja dengan baik sesuai yang diinginkan. Untuk catatan sensitivitas modul sensor cahaya dengan relai bisa Anda ataur sesui dengan keinginan, karena untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk jadi pada saat pagi atau sore, maupun cuaca berawan-hujan otomatis relai berpindah ke jalur sumber yang diinginkan (grid pln).
Tambahan lain, Anda bisa menambah komponen kapasitor elco dengan kapasitas yang agak besar di jalur yang ke beban dc untuk menjaga agar beban dc pada saat berganti sumber listrik tidak mengalami off sesaat atau restart pada perangkat bts maupun berkedip pada lampu dc.
Selamat berkreasi.
10:05
Pasar Barter, Alternatif Solusi Hiperinflasi
Written By Unknown on Thursday, 1 May 2014 | 10:05
Hiruk pikuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sepanjang sejarah negeri ini telah menimbulkan gejolak di masyarakat. Hal ini terus berulang setiap kali pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM karena otomatis akan menimbulkan inflasi atau kenaikan harga-harga mayoritas produk barang ataupun jasa, terutama bahan-bahan pangan yang termasuk sembilan bahan pokok (sembako).
| Pasar barter Wulandoni (Foto ataplaut.wordpress.com) |
Namun ternyata di sebahagian wilayah negeri ini, masih ada daerah yang tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM bagi kehidupan masyarakatnya. Ya salah satunya adalah sebuah pasar barter, di desa Wulandoni, kecamatan Wulandoni, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengalami kenaikan harga karena menggunakan prinsip barter antar komoditas pangan tanpa uang fiat rupiah. Tentu sudah menjadi hal yang umum bahwa sistem uang fiat yang digunakan seluruh negara-negara modern di dunia ini telah mengalami depresiasi (penurunan nilai mata uang) yang begitu akut lewat krisis moneter yang bergulir di antara negara-negara tersebut karena sistem uang fiat yang berbasis perbankan ribawi.
Berikut ini sekilas kisah dari pasar tersebut. Fauziah, 50, warga Desa Lebala, kecamatan Wulandoni. Warga pesisir ini pergi ke pasar Barter bermodalkan ikan sembilan kering, kapur sirih dan gula pasir. Fauziah berniat menukarkan barang bawaannya itu dengan beras jagung, jagung bulir, ubi kayu dan sayur-sayuran dari pedalaman.
"Barang bawaan Saya ini mau tukar ubi kayu, beras jagung, bulir jagung, pisang dan ubi kayu. Jika ditukarkan, biasanya satu baskom, saya bisa bawa pulang dua karung berisi bulir jagung, pisang dan ubi kayu serta sayur-mayur, bisa untuk makan selama 1 bulan. Kami mampu bertahan karena tukar-menukar barang ini tanpa uang,"; ujar Fauziah.[1]
"Barang bawaan Saya ini mau tukar ubi kayu, beras jagung, bulir jagung, pisang dan ubi kayu. Jika ditukarkan, biasanya satu baskom, saya bisa bawa pulang dua karung berisi bulir jagung, pisang dan ubi kayu serta sayur-mayur, bisa untuk makan selama 1 bulan. Kami mampu bertahan karena tukar-menukar barang ini tanpa uang,"; ujar Fauziah.[1]
Dari kisah di pasar Wulandoni tersebut, dapat kita ambil pelajaran bahwa pada hakekatnya perbandingan harga antar komoditas cenderung relatif tetap, kecuali ada perubahan yang signifikan antara besarnya permintaan dan penawaran di pasar, di mana hal ini merupakan suatu kondisi yang alamiah.
Siapa bilang sistem barter antar barang komoditas adalah sistem pembayaran kuno dan sulit atau tidak relevan diterapkan saat ini. Bahkan di era sistem uang fiat yang semakin terpuruk ini, sistem barter adalah sebuah model transaksi yang cukup adil karena tukar menukar barang yang memiliki nilai riil atau intrinsik. Hal ini tentu sesuai dengan sifat alamiah manusia.
Penjualan pesawat CN-235 yang dibayar dengan beras ketan[2], atau barter pesawat tempur Sukhoi dan helikopter Rusia dengan CPO dengan komoditas pertanian lain Indonesia,[3] adalah beberapa contoh kecil bahwa barter antar komoditas adalah suatu yang alamiah dalam kehidupan manusia. Bahkan sebenarnya yang terjadi dalam pembayaran dengan sistem uang fiat ini adalah barter komoditas yang bernilai riil dengan selembar kertas hampa atau byte di layar komputer yang nilainya maya dan bisa hilang nilainya sewaktu-waktu karena hiperinflasi dalam waktu singkat.
Jadi kembali melakukan transaksi pembayaran dengan sistem barter komoditas ataupun pembayaran dengan uang yang menggunakan komoditas seperti emas dan perak --dimana nilai yang terkandung dari logam mulia tersebut dinilai dari beratnya, bukan angka yang tertera seperti uang kertas-- adalah salah satu alternatif solusi menghadapi inflasi yang terus menerus atau hiperinflasi di masyarakat modern sekarang ini
Jadi kembali melakukan transaksi pembayaran dengan sistem barter komoditas ataupun pembayaran dengan uang yang menggunakan komoditas seperti emas dan perak --dimana nilai yang terkandung dari logam mulia tersebut dinilai dari beratnya, bukan angka yang tertera seperti uang kertas-- adalah salah satu alternatif solusi menghadapi inflasi yang terus menerus atau hiperinflasi di masyarakat modern sekarang ini
Di bawah ini adalah cuplikan video tentang pasar barter Wulandoni yang diceritakan di awal tulisan ini.
Catatan:
[3]pelita.or.id
21:59
Aksi Revolusi "Pemberontakan" Rakyat Jelata
Written By Unknown on Saturday, 12 April 2014 | 21:59
"SIAPA MENGENDALIKAN BAHAN PANGAN, DIALAH YANG MENGENDALIKAN MANUSIA. SIAPA MENGENDALIKAN MINYAK, DIALAH YANG MENGENDALIKAN BENUA. SIAPA MENGENDALIKAN UANG, DIALAH YANG MENGENDALIKAN DUNIA."
- Henry Kissinger [1]
Kutipan di atas yang diambil dari seorang tokoh, tentang unsur-unsur penting dalam kehidupan manusia yang bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak bisa menjadi renungan kita bersama.
Rakyat atau masyarakat yang merupakan komponen terbesar dari sebuah organisasi atau komunitas sebuah negara, memiliki peran yang sangat penting pengaruhnya dalam sebuah perubahan ke arah kebaikan maupun keburukan. Di artikel "Pemimpin adalah cerminan rakyat" telah dijelaskan gerak aktivitas komponen dalam masyarakat atau rakyat jelata sedikit banyak akan mampu mengubah kondisi sebuah negeri.
Jika negara-negara seperti Jepang, Korea atau Cina begitu sangat mendukung produk-produk buatan dalam negeri mereka sendiri dan melindungi dari serangan produk asing, seharusnya kita tidak perlu heran karena rakyat atau masyarakat mereka sendiri mencintai dan bangga menggunakan produk mereka sendiri. Bagaimana dengan negeri kita? Kalau kita menganggap bahwa pemerintah tidak terlalu mendukung produk dalam negeri atau sangat lemah dengan investor asing, boleh jadi masih banyak masyarakat kita yang lebih bangga menggunakan produk impor dan enggan menggunakan produk lokal, juga merasa rendah diri berhadapan dengan expatriat.
Kondisi negara-negara dunia, khususnya di negara berkembang semenjak merdeka dari penjajahan negeri-negeri Eropa hingga pada zaman globalisasi sekarang ini yang berbasis demokrasi, liberalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme ternyata hanya memberi perubahan yang berarti bagi sebahagian kecil kelompok atau elit masyarakat, dan meninggalkan masalah kemanusiaan, serta kehancuran lingkungan, dengan adanya perlombaan untuk merebut sumber-sumber daya dan perebutan "pasar" lewat penjajahan ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Langsung atau tidak, sistem modern ini memaksa budaya kearifan di masyarakat suatu negeri yang sebenarnya sudah cukup maju atau mandiri namun harus mengikuti sistem negara modern dalam bidang ekonomi, sosial, politik untuk memonopoli hajat hidup masyarakat. Contoh dalam bidang politik ada istilah negara bangsa dan demokrasi politik praktis, di bidang ekonomi ada perbankan ribawi dan uang fiat dan turunannya, revolusi hijau dalam bidang pertanian, dan masih banyak lagi jika mau kita sebutkan satu-persatu.
Namun ternyata kondisi di negara-negara maju sendiri, sebagian masyarakatnya juga merasakan ada yang salah dengan sistem politik, sosial, ekonomi yang dianut negara-negara mereka. Hingga ketidakpuasan sebahagian masyarakat tersebut menimbulkan gerakan-gerakan yang mencoba untuk menentang hegemoni sistem yang sudah mengubah wajah dunia saat ini. Salah satunya yang beberapa tahun belakangan yang populer adalah gerakan "occupy wallstreet" yang diikuti di kota-kota lain seluruh dunia yang tujuannya untuk memprotes keadaan sosial-ekonomi yang ada dan menyerukan perbaikan sistem yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.
Selain itu muncul juga gerakan-gerakan serupa di bidang agraria, ekonomi-finansial, sosial budaya dan lainnya yang membentuk suatu komunitas bersama untuk bertujuan untuk memberikan solusi bagi peradaban dunia modern, yang mana gerakan berbasis dari rakyat untuk rakyat tanpa harus selalu bergantung dengan sistem yang ada.
Gerakan-gerakan yang lahir ini yang cenderung bersifat sosial-budaya bisa dibilang adalah aksi revolusioner "pemberontakan" tanpa senjata dari rakyat jelata, yang sudah tidak terlalu berharap kepada penguasa dan sistem yang berjalan. Jika dilihat, sebenarnya gerakan-gerakan ini kembali merujuk kearifan budaya masa lalu yang universal untuk membentuk suatu komunitas masyarakat mandiri untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul akibat sistem politik, sosial, ekonomi yang berlaku saat ini, atau bisa disebut juga menjadi masyarakat madani.
Melihat dari situasi dan kondisi tersebut di atas, paling tidak ada beberapa fokus gerakan-gerakan rakyat di dunia yang sebenarnya saling terkait satu sama lain untuk membangun peradaban yang lebih baik untuk menghadapi kezaliman suatu sistem yang memonopoli kehidupan mayoritas manusia.
- Henry Kissinger [1]
Kutipan di atas yang diambil dari seorang tokoh, tentang unsur-unsur penting dalam kehidupan manusia yang bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak bisa menjadi renungan kita bersama.
Rakyat atau masyarakat yang merupakan komponen terbesar dari sebuah organisasi atau komunitas sebuah negara, memiliki peran yang sangat penting pengaruhnya dalam sebuah perubahan ke arah kebaikan maupun keburukan. Di artikel "Pemimpin adalah cerminan rakyat" telah dijelaskan gerak aktivitas komponen dalam masyarakat atau rakyat jelata sedikit banyak akan mampu mengubah kondisi sebuah negeri.
Jika negara-negara seperti Jepang, Korea atau Cina begitu sangat mendukung produk-produk buatan dalam negeri mereka sendiri dan melindungi dari serangan produk asing, seharusnya kita tidak perlu heran karena rakyat atau masyarakat mereka sendiri mencintai dan bangga menggunakan produk mereka sendiri. Bagaimana dengan negeri kita? Kalau kita menganggap bahwa pemerintah tidak terlalu mendukung produk dalam negeri atau sangat lemah dengan investor asing, boleh jadi masih banyak masyarakat kita yang lebih bangga menggunakan produk impor dan enggan menggunakan produk lokal, juga merasa rendah diri berhadapan dengan expatriat.
Kondisi negara-negara dunia, khususnya di negara berkembang semenjak merdeka dari penjajahan negeri-negeri Eropa hingga pada zaman globalisasi sekarang ini yang berbasis demokrasi, liberalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme ternyata hanya memberi perubahan yang berarti bagi sebahagian kecil kelompok atau elit masyarakat, dan meninggalkan masalah kemanusiaan, serta kehancuran lingkungan, dengan adanya perlombaan untuk merebut sumber-sumber daya dan perebutan "pasar" lewat penjajahan ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Langsung atau tidak, sistem modern ini memaksa budaya kearifan di masyarakat suatu negeri yang sebenarnya sudah cukup maju atau mandiri namun harus mengikuti sistem negara modern dalam bidang ekonomi, sosial, politik untuk memonopoli hajat hidup masyarakat. Contoh dalam bidang politik ada istilah negara bangsa dan demokrasi politik praktis, di bidang ekonomi ada perbankan ribawi dan uang fiat dan turunannya, revolusi hijau dalam bidang pertanian, dan masih banyak lagi jika mau kita sebutkan satu-persatu.
Namun ternyata kondisi di negara-negara maju sendiri, sebagian masyarakatnya juga merasakan ada yang salah dengan sistem politik, sosial, ekonomi yang dianut negara-negara mereka. Hingga ketidakpuasan sebahagian masyarakat tersebut menimbulkan gerakan-gerakan yang mencoba untuk menentang hegemoni sistem yang sudah mengubah wajah dunia saat ini. Salah satunya yang beberapa tahun belakangan yang populer adalah gerakan "occupy wallstreet" yang diikuti di kota-kota lain seluruh dunia yang tujuannya untuk memprotes keadaan sosial-ekonomi yang ada dan menyerukan perbaikan sistem yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.
Selain itu muncul juga gerakan-gerakan serupa di bidang agraria, ekonomi-finansial, sosial budaya dan lainnya yang membentuk suatu komunitas bersama untuk bertujuan untuk memberikan solusi bagi peradaban dunia modern, yang mana gerakan berbasis dari rakyat untuk rakyat tanpa harus selalu bergantung dengan sistem yang ada.
Gerakan-gerakan yang lahir ini yang cenderung bersifat sosial-budaya bisa dibilang adalah aksi revolusioner "pemberontakan" tanpa senjata dari rakyat jelata, yang sudah tidak terlalu berharap kepada penguasa dan sistem yang berjalan. Jika dilihat, sebenarnya gerakan-gerakan ini kembali merujuk kearifan budaya masa lalu yang universal untuk membentuk suatu komunitas masyarakat mandiri untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul akibat sistem politik, sosial, ekonomi yang berlaku saat ini, atau bisa disebut juga menjadi masyarakat madani.
Melihat dari situasi dan kondisi tersebut di atas, paling tidak ada beberapa fokus gerakan-gerakan rakyat di dunia yang sebenarnya saling terkait satu sama lain untuk membangun peradaban yang lebih baik untuk menghadapi kezaliman suatu sistem yang memonopoli kehidupan mayoritas manusia.
1. Membangun komunitas mengembangkan sumber pangan mandiri
| Menanam Pangan Mandiri (foto neworderworld.com) |
Revolusi Hijau yang mulai bergulir di pertengahan abad 20 telah mengubah wajah sistem pertanian dunia, yang teorinya adalah bertujuan untuk memproduksi pangan secara besar dan efisien untuk menghadapi kekhawatiran kekurangan pangan karena ledakan penduduk dunia dan hiperinflasi harga pangan. Di mana muncul industri-industri raksasa pertanian yang mana sering menggunakan benih hibrida GM (Genetically Modified) atau transgenik yang dipatenkan dari hasil percobaan mereka untuk dijual ke para petani beserta pupuk dan pestisida. Namun industrialisasi dan kapitalisasi benih ini pada akhirnya akan memonopoli sumber pangan masyarakat.
Petani, yang telah hidup selama ribuan tahun menggunakan benih organik mereka yang tumbuh alamiah, sekarang harus membeli benih, pupuk kimia dan pestisida dari pabrik mereka untuk mendapatkan keuntungan. Membeli bibit dan pupuk, tentu saja, lebih mudah untuk orang kaya daripada orang miskin. Para petani pada akhirnya sekedar menjadi buruh tani dari industri pertanian, dan penanaman besar hanya beberapa varietas juga mengurangi keanekaragaman hayati. Kisah petani kreatif yang membudidayakan benih mandiri namun akhirnya dipenjara bisa menjadi contoh kasus sebuah hegemoni paten benih transgenik hasil industri besar saat ini[2], dan jika Anda rajin mencari info lewat dunia maya saja, akan banyak menemukan kasus-kasus serupa bahkan bisa lebih mengerikan, apa yang terjadi di seluruh dunia akibat negatif dari kapitalisasi pertanian dan peternakan.
Perlawanan masa kini tidak hanya cukup demonstrasi di jalan-jalan saja tapi lebih dari itu, muncul pergerakan-pergerakan masyarakat dari kesadaran sendiri untuk melawan sistem yang buruk di bidang pangan tersebut. Komunitas-komunitas seperti pertanian dan peternakan organik, hidroponik, adalah beberapa contoh gerakan penyadaran masyarakat secara sosial-budaya untuk belajar menanam sendiri pangan mereka supaya tidak selalu bergantung diri dari sumber pangan yang dimonopoli industri besar.
Contoh bagaimana suatu negara menghasilkan sumber pangan sendiri dari komunitas-komunitas di masyarakat adalah komunitas Dacha di Rusia, sebuah komunitas perumahan musiman yang pada tahun 2011 diklaim telah menghasilkan 40% kebutuhan pangan di Rusia dari kebun-kebunnya.[3]
2. Membangun komunitas perdagangan bersifat bebas dan adil yang menggunakan uang komoditas dan barter.
Untuk tema ini sudah seringkali penulis di situs ini, membahas tentang penggunaan mata uang komoditas seperti logam mulia, atau komoditas pangan yang disukai masyarakat setempat. Uang di era modern sekarang telah berubah dari penggunaaan komoditas seperti emas, perak maupun yang lain menjadi uang fiat kertas dan elektronik (e-money) yang dipelopori oleh para bankir internasional untuk mengambil keuntungan bagi mereka sendiri.
Penciptaan uang fiat dimonopoli oleh bank sentral dan bank swasta lewat sistem fractional reserve dan bunga (riba) sehingga menyebabkan krisis moneter, ketimpangan ekonomi, hiperinflasi atau penurunan nilai mata uang akibat membengkaknya jumlah uang fiat yang beredar di masyarakat akibat sistem perbankan tersebut.
Untuk membahas secara detail isu di atas, Anda bisa melihat tulisan-tulisan yang lain di situs ini seperti tentang uang komoditas, uang ciptaan bank, hegemoni uang fiat Dolar, masa depan uang, serta video animasi yang bercerita tentang bank dan bankir, penipuan terbesar ekonomi, dan tulisan tentang hidup tanpa uang. Sebenarnya masih ada tulisan lain yang berkaitan, namun link-link tulisan tersebut sudah cukup menjelaskan panjang lebar isu tentang sistem ekonomi modern sekarang ini.
Dengan muncul gerakan-gerakan atau komunitas yang ingin mengembalikan sistem ekonomi atau perdagangan yang bebas dan adil maka dibutuhkan sistem yang adil dari model ekonomi dan jenis uang itu sendiri. Penggunaan uang emas dan perak sebagai transaksi atau dengan model barter antar barang komoditas ataupun jasa bisa menjadi pelopor gerakan untuk menghadapi ancaman kehancuran nilai mata uang atau hiperinflasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Komunitas pengguna dinar-dirham atau koin emas-perak serta komunitas barter seperti di pasar barter Wulandoni merupakan contoh konkrit solusi dari masyarakat agar tidak terpengaruh gonjang-ganjing yang terjadi pada sistem mata uang fiat global.
3. Membangun komunitas kerjasama bisnis dan industri yang adil
Revolusi industri yang muncul di Barat abad ke-18 menyebar dengan pesat ke seluruh dunia secara langsung atau tidak langsung menjadi bahan bakar bagi kolonialisme dan imperialisme Eropa untuk merebut dan menguasai sumber daya alam yang tersebar di penjuru dunia.
Kombinasi revolusi industri, kolonialisme, munculnya kapitalisme, sosialisme-komunisme, dan juga sistem perbankan yang mulai menggeliat di Eropa, pada kelanjutannya mulai menghancurkan sistem komunitas bisnis di era tersebut yang dikenal dengan model gilda (paguyuban) produksi dan pedagang. Gilda atau paguyuban ini hampir mirip dengan model koperasi modern.
Rakyat mulai dipekerjakan sebagai buruh bahkan budak di pabrik-pabrik atau industri. Di negeri-negeri yang mayoritas berpenduduk muslimpun ikut terkena imbasnya dengan dihancurkannya sistem sosial-ekonomi bersifat bebas dan adil yang sesuai dengan aturan Islam (dikenal istilah mu'amalah) yang juga telah ada. Alam dan manusia dieksploitasi sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan ketimpangan, ketidakadilan dan kerusakan di berbagai lini kehidupan.
Tidak heran masa sekarang model ekonomi kelas buruh-majikan sudah menjadi hal yang biasa. Isu-isu kelas di masyarakat terbagi menjadi buruh-majikan atau borjuis-proletar hanya menghasilkan masalah-masalah lain yang tidak tuntas.
Solusi model sistem sosial-ekonomi modern yang berbasis perusahaan industri dan perburuhan yang didukung perbankan harus kembali ke model kearifan sosial budaya masa lalu seperti komunitas gilda atau paguyuban produksi dan pedagang. Buruh tidak selamanya menjadi "mesin" produksi di pabrik. Dalam gilda atau paguyuban, setiap anggotanya memiliki keahlian yang serupa, seperti gilda sepatu memberikan keahlian bagaimana membuat sepatu, begitu juga gilda-gilda yang lain. Sedang dalam perusahaan industri, misal pabrik sepatu, mayoritas buruh di pabrik sepatu malah bisa tidak memiliki keahlian bagaimana membuat sepatu. Tulisan lain yang bisa melengkapi isu ini bisa kembali membaca tulisan tentang gilda atau paguyuban untuk mengatasi perburuhan. Sistem kontrak bisnis atau perkongsian usaha yang adil adalah salah satu komponen dalam gilda tersebut.
Gerakan "Beli Indonesia" yang dipelopori oleh seorang pengusaha lokal bisa juga termasuk sebuah contoh gerakan sosial-budaya membangun komunitas pengusaha lokal yang kebanyakan berbasis usaha kecil-menengah atau disingkat UKM.
Kucuran modal untuk komunitas gilda-gilda produksi tersebut selain dari kantong anggota sendiri, tidak harus menggunakan pinjaman perbankan atau menjual saham. Di era internet sekarang alternatif permodalan bisa juga dengan model crowdfunding bagi startup (perusahaan baru) ataupun perusahaan besar sekalipun, ataupun alternatif permodalan yang lain selain hutang dari perbankan.
Perlawanan masa kini tidak hanya cukup demonstrasi di jalan-jalan saja tapi lebih dari itu, muncul pergerakan-pergerakan masyarakat dari kesadaran sendiri untuk melawan sistem yang buruk di bidang pangan tersebut. Komunitas-komunitas seperti pertanian dan peternakan organik, hidroponik, adalah beberapa contoh gerakan penyadaran masyarakat secara sosial-budaya untuk belajar menanam sendiri pangan mereka supaya tidak selalu bergantung diri dari sumber pangan yang dimonopoli industri besar.
Contoh bagaimana suatu negara menghasilkan sumber pangan sendiri dari komunitas-komunitas di masyarakat adalah komunitas Dacha di Rusia, sebuah komunitas perumahan musiman yang pada tahun 2011 diklaim telah menghasilkan 40% kebutuhan pangan di Rusia dari kebun-kebunnya.[3]
2. Membangun komunitas perdagangan bersifat bebas dan adil yang menggunakan uang komoditas dan barter.
| Hiperinflasi atau penurunan nilai mata uang (sumber bankdirham.com) |
Penciptaan uang fiat dimonopoli oleh bank sentral dan bank swasta lewat sistem fractional reserve dan bunga (riba) sehingga menyebabkan krisis moneter, ketimpangan ekonomi, hiperinflasi atau penurunan nilai mata uang akibat membengkaknya jumlah uang fiat yang beredar di masyarakat akibat sistem perbankan tersebut.
Untuk membahas secara detail isu di atas, Anda bisa melihat tulisan-tulisan yang lain di situs ini seperti tentang uang komoditas, uang ciptaan bank, hegemoni uang fiat Dolar, masa depan uang, serta video animasi yang bercerita tentang bank dan bankir, penipuan terbesar ekonomi, dan tulisan tentang hidup tanpa uang. Sebenarnya masih ada tulisan lain yang berkaitan, namun link-link tulisan tersebut sudah cukup menjelaskan panjang lebar isu tentang sistem ekonomi modern sekarang ini.
Dengan muncul gerakan-gerakan atau komunitas yang ingin mengembalikan sistem ekonomi atau perdagangan yang bebas dan adil maka dibutuhkan sistem yang adil dari model ekonomi dan jenis uang itu sendiri. Penggunaan uang emas dan perak sebagai transaksi atau dengan model barter antar barang komoditas ataupun jasa bisa menjadi pelopor gerakan untuk menghadapi ancaman kehancuran nilai mata uang atau hiperinflasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Komunitas pengguna dinar-dirham atau koin emas-perak serta komunitas barter seperti di pasar barter Wulandoni merupakan contoh konkrit solusi dari masyarakat agar tidak terpengaruh gonjang-ganjing yang terjadi pada sistem mata uang fiat global.
3. Membangun komunitas kerjasama bisnis dan industri yang adil
| Komunitas Modern Gilda (Paguyuban) Produksi (foto creativesguild.tumblr.com) |
Kombinasi revolusi industri, kolonialisme, munculnya kapitalisme, sosialisme-komunisme, dan juga sistem perbankan yang mulai menggeliat di Eropa, pada kelanjutannya mulai menghancurkan sistem komunitas bisnis di era tersebut yang dikenal dengan model gilda (paguyuban) produksi dan pedagang. Gilda atau paguyuban ini hampir mirip dengan model koperasi modern.
Rakyat mulai dipekerjakan sebagai buruh bahkan budak di pabrik-pabrik atau industri. Di negeri-negeri yang mayoritas berpenduduk muslimpun ikut terkena imbasnya dengan dihancurkannya sistem sosial-ekonomi bersifat bebas dan adil yang sesuai dengan aturan Islam (dikenal istilah mu'amalah) yang juga telah ada. Alam dan manusia dieksploitasi sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan ketimpangan, ketidakadilan dan kerusakan di berbagai lini kehidupan.
Tidak heran masa sekarang model ekonomi kelas buruh-majikan sudah menjadi hal yang biasa. Isu-isu kelas di masyarakat terbagi menjadi buruh-majikan atau borjuis-proletar hanya menghasilkan masalah-masalah lain yang tidak tuntas.
Solusi model sistem sosial-ekonomi modern yang berbasis perusahaan industri dan perburuhan yang didukung perbankan harus kembali ke model kearifan sosial budaya masa lalu seperti komunitas gilda atau paguyuban produksi dan pedagang. Buruh tidak selamanya menjadi "mesin" produksi di pabrik. Dalam gilda atau paguyuban, setiap anggotanya memiliki keahlian yang serupa, seperti gilda sepatu memberikan keahlian bagaimana membuat sepatu, begitu juga gilda-gilda yang lain. Sedang dalam perusahaan industri, misal pabrik sepatu, mayoritas buruh di pabrik sepatu malah bisa tidak memiliki keahlian bagaimana membuat sepatu. Tulisan lain yang bisa melengkapi isu ini bisa kembali membaca tulisan tentang gilda atau paguyuban untuk mengatasi perburuhan. Sistem kontrak bisnis atau perkongsian usaha yang adil adalah salah satu komponen dalam gilda tersebut.
Gerakan "Beli Indonesia" yang dipelopori oleh seorang pengusaha lokal bisa juga termasuk sebuah contoh gerakan sosial-budaya membangun komunitas pengusaha lokal yang kebanyakan berbasis usaha kecil-menengah atau disingkat UKM.
Kucuran modal untuk komunitas gilda-gilda produksi tersebut selain dari kantong anggota sendiri, tidak harus menggunakan pinjaman perbankan atau menjual saham. Di era internet sekarang alternatif permodalan bisa juga dengan model crowdfunding bagi startup (perusahaan baru) ataupun perusahaan besar sekalipun, ataupun alternatif permodalan yang lain selain hutang dari perbankan.
4. Membangun komunitas untuk menggunakan sumber energi mandiri
"All peoples everywhere should have free energy
sources."
"Electric power is everywhere present in unlimited
quantities and can drive the world's machinery without the need of coal, oil,
gas, or any other of the common fuels." - Nikola Tesla
![]() |
| Sumber Energi Listrik Tenaga Angin Dan Surya (foto Lentera Angin Nusantara) |
Kelangkaan sumber energi minyak bumi --kita kenal dengan singkatan BBM-- yang bisa mengakibatkan tingginya kenaikan harga minyak bumi, sering menjadi momok masyarakat dunia. Itulah mengapa konflik di wilayah Timur Tengah yang kaya sumber minyak bumi dapat mempengaruhi harga komoditas tersebut. Hal ini dikarenakan minyak bumi adalah sumber energi yang masih banyak dipakai dalam aktivitas sehari-hari masyarakat dunia dan termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.
Melihat potensi besar sumber-sumber energi minyak, akibatnya sumber-sumber minyak bumi tersebut diperebutkan oleh negara-negara maju lewat tangan perusahaan-perusahan besar multinasional karena melihat keuntungan yang menggiurkan. Namun bagi sebagian besar masyarakat, terutama mereka yang tinggal di negara-negara yang tidak memilliki sumber minyak yang sangat besar atau tidak ada, tentu bisa ketar-ketir jika tiba-tiba pasokan energi minyak berkurang atau harganya yang melambung tinggi karena berpengaruh dengan denyut operasional ekonomi industri di negara tersebut karena sistem yang dibangun saat ini memang bertumpu dengan industri-industri besar yang memang haus akan bahan bakar tersebut.
Sebenarnya untuk mengatasi kelangkaan energi di dunia ini, sudah muncul langkah-langkah untuk mengatasi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Sumber-sumber energi pengganti BBM seperti bioetanol, biogas, listrik mulai mendapat perhatian walau mungkin belum menggantikan 100%. Sumber energi listrik otonom di masyarakat juga bisa juga didapat dengan mengembangkan sumber energi listrik tenaga matahari dan angin.
Untuk lebih memaksimalkan penggunaan energi alternatif yang sangat banyak jenisnya ini, tentu komunitas-komunitas masyarakat diharapkan berani memulai sendiri proyek-proyek otonom tersebut dengan dukungan pemerintah ataupun tidak, agar tidak melulu bergantung dari industri penghasil minyak bumi dan listrik yang memiliki keterbatasan. Karena sekali lagi gerak nyata kesadaran di masyarakatlah yang bisa memberikan solusi-solusi penggunaan energi secara luas di masyarakat. Komunitas seperti Lentera Angin Nusantara adalah salah satu model gerakan untuk mengembangkan sumber energi listrik tenaga angin di masyarakat Indonesia.
Ecovillage
Perpaduan harmonis yang saling melengkapi di antara aksi-aksi komunitas di atas, bisa membangun sebuah komunitas baru yang lebih besar serta menumbuhkan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan sekitar baik manusia ataupun alam sekitar dan juga otonom dari ketergantungan pemerintah pusat. Secara alamiah akan muncul norma-norma yang membentuk struktur sosial-budaya berdasar kearifan lokal, bahkan bisa melahirkan tokoh-tokoh kepemimpinan di komunitas tersebut, tanpa model birokrasi yang berbelit sebagaimana di sistem negara modern dengan model politik praktis seperti demokrasi modern. Model komunitas "think globally, act locally" tersebut saat ini dikenal dengan sebutan Ecovillage.
Gerakan rakyat seperti ini mungkin jarang terpikirkan oleh masyarakat bahkan pemerintah, padahal aksi-aksi dengan metode pendekatan sosial budaya seperti ini bisa termasuk gerakan "Revolusi Senyap" karena cepat atau lambat bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain di masyarakat sehingga meluas dan otomatis bisa mempengaruhi wajah suatu negeri.
Lebih lanjut tentang Ecovillage bisa dibahas di tulisan yang lain. Semoga kita semua bisa menjadi agen penggerak perubahan di negeri yang kita cintai bersama.
[1]pohonbodhi.blogspot.com
[2]news.detik.com
[3]healthimpactnews.com
Melihat potensi besar sumber-sumber energi minyak, akibatnya sumber-sumber minyak bumi tersebut diperebutkan oleh negara-negara maju lewat tangan perusahaan-perusahan besar multinasional karena melihat keuntungan yang menggiurkan. Namun bagi sebagian besar masyarakat, terutama mereka yang tinggal di negara-negara yang tidak memilliki sumber minyak yang sangat besar atau tidak ada, tentu bisa ketar-ketir jika tiba-tiba pasokan energi minyak berkurang atau harganya yang melambung tinggi karena berpengaruh dengan denyut operasional ekonomi industri di negara tersebut karena sistem yang dibangun saat ini memang bertumpu dengan industri-industri besar yang memang haus akan bahan bakar tersebut.
Sebenarnya untuk mengatasi kelangkaan energi di dunia ini, sudah muncul langkah-langkah untuk mengatasi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Sumber-sumber energi pengganti BBM seperti bioetanol, biogas, listrik mulai mendapat perhatian walau mungkin belum menggantikan 100%. Sumber energi listrik otonom di masyarakat juga bisa juga didapat dengan mengembangkan sumber energi listrik tenaga matahari dan angin.
Untuk lebih memaksimalkan penggunaan energi alternatif yang sangat banyak jenisnya ini, tentu komunitas-komunitas masyarakat diharapkan berani memulai sendiri proyek-proyek otonom tersebut dengan dukungan pemerintah ataupun tidak, agar tidak melulu bergantung dari industri penghasil minyak bumi dan listrik yang memiliki keterbatasan. Karena sekali lagi gerak nyata kesadaran di masyarakatlah yang bisa memberikan solusi-solusi penggunaan energi secara luas di masyarakat. Komunitas seperti Lentera Angin Nusantara adalah salah satu model gerakan untuk mengembangkan sumber energi listrik tenaga angin di masyarakat Indonesia.
Ecovillage
Perpaduan harmonis yang saling melengkapi di antara aksi-aksi komunitas di atas, bisa membangun sebuah komunitas baru yang lebih besar serta menumbuhkan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan sekitar baik manusia ataupun alam sekitar dan juga otonom dari ketergantungan pemerintah pusat. Secara alamiah akan muncul norma-norma yang membentuk struktur sosial-budaya berdasar kearifan lokal, bahkan bisa melahirkan tokoh-tokoh kepemimpinan di komunitas tersebut, tanpa model birokrasi yang berbelit sebagaimana di sistem negara modern dengan model politik praktis seperti demokrasi modern. Model komunitas "think globally, act locally" tersebut saat ini dikenal dengan sebutan Ecovillage.
Gerakan rakyat seperti ini mungkin jarang terpikirkan oleh masyarakat bahkan pemerintah, padahal aksi-aksi dengan metode pendekatan sosial budaya seperti ini bisa termasuk gerakan "Revolusi Senyap" karena cepat atau lambat bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain di masyarakat sehingga meluas dan otomatis bisa mempengaruhi wajah suatu negeri.
Lebih lanjut tentang Ecovillage bisa dibahas di tulisan yang lain. Semoga kita semua bisa menjadi agen penggerak perubahan di negeri yang kita cintai bersama.
[1]pohonbodhi.blogspot.com
[2]news.detik.com
[3]healthimpactnews.com
08:34
Berperan Di Empat Kuadran "Cash Flow" Sekaligus
Written By Unknown on Sunday, 9 March 2014 | 08:34
Bagi Anda yang sudah pernah membaca buku-buku karya Robert T. Kiyosaki, istilah tentang empat kuadran cash flow tentu tidak asing lagi. Apa itu Kuadran Cash Flow? Lihat gambar di bawah ini.
| Kuadran Cash Flow (sumber: paulcampillo.com) |
Kita bahas secara singkat, di gambar terdapat empat kuadran seperti gambar di atas.
Bagian sebelah kiri adalah pendapatan aktif yang didapat dari kita yang aktif bekerja. Kuadran E (Employee) adalah Anda menjadi pekerja atau karyawan bagi pihak lain. Kuadran S (Self employee) adalah anda memiliki pekerjaan sebagai pekerja lepas atau freelancer, seperti profesi dokter, broker (makelar) dan lainnya.
Ciri khas Kuadran sebelah kiri ini adalah, kita menukar waktu kita untuk mendapatkan uang yang berjalan linear, jika kita berhenti kerja atau pensiun maka penghasilan kita berhenti, dan berkurang. Waktu hidup Anda tidak sepenuhnya dikuasai oleh Anda sendiri.
Sedangkan bagian sebelah kanan adalah pendapatan pasif yang didapat tanpa Anda harus aktif bekerja, karena sudah ada pihak lain yang bekerja untuk Anda. Kuadran B (Business) adalah Anda memiliki usaha yang sudah terbangun sistemnya sehingga Anda tidak perlu mengurusi usaha ini sendiri, sering disebut entrepreneur atau pengusaha. Kuadran I (Investor) adalah Anda adalah sebagai mitra bisnis pengusaha lain yang mana Anda memberikan modal usaha kepada pengusaha untuk menjalan bisnisnya, yang sering disebut sebagai pemodal atau investor.
Ciri khas Kuadran sebelah kanan ini adalah, kita lebih banyak memiliki waktu luang dan mampu mendapatkan uang yang berjalan exponensial, jika kita berhenti kerja atau pensiun dari aktif mengurusinya maka penghasilan kita tetap berjalan. Waktu hidup Anda sepenuhnya dikuasai oleh Anda sendiri.
Pindah Kuadran
Nah yang menjadi pertanyaan bagaimana kita untuk mampu pindah kuadran dari bagian kiri ke bagian kanan? ataupun sebaliknya? atau bahkan kesemuanya kita lakoni? Tapi biasanya pertanyaan ini khusus bagi mereka yang masih menjadi karyawan atau pekerja lepas/profesi, maupun pebisnis dan investor skala kecil yang masih memulai bisnisnya (start up). Jadi sebenarnya jika kita mau berpindah kuadran dengan masuk ke empat kuadran sekaligus biasanya adalah masa-masa peralihan atau coba-coba untuk menaikkan penghasilan dari kuadran kiri ke kuadran kanan.
Jawaban di atas tentu saja bisa, penulis saat ini juga mulai mencobanya, bedanya penulis memulai dari kuadran kanan menambah ke kuadran kiri? Kok begitu? Memang setelah lulus kuliah, penulis langsung diajak rekan-rekan seperjuangan untuk mencoba memulai bisnis dan menjadi investor, terlebih sudah beberapa kali penulis gagal melewati tes masuk dan interview untuk menjadi karyawan.
Berperan di Empat Kuadran
Jadi awal-awal selepas dunia kuliah, penulis sudah masuk ketiga kuadran sekaligus yaitu, di kuadran B menjadi pebisnis langsung yang menjalaninya di bidang warnet dan sekarang rt/rw.net, di kuadran I menjadi investor untuk warnet, rt/rw.net dan bisnis lainnya untuk pihak lain sebagai mitra walaupun hasilnya tidak menggembirakan, karena semuanya sudah tutup saat ini, namun ada rencana akan mulai menjadi investor kembali dengan mitra koperasi dan kontraktor properti dengan sistem syariah. Sedangkan di kuadran S sebagai pekerja lepas sudah dilakoni pula sebagai freelancer untuk tugas-tugas seperti input dan review data di dunia maya, menjadi agen lepas tiket pesawat online, dan juga proyek-proyek kecil jaringan internet hotspot di pemukiman dan apartemen yang hasilnya cukup lumayan sebagai tambahan bisnis utama, dan juga mencoba menjadi broker namun belum berhasil.
Nah yang terakhir adalah di kuadran E, di mana penulis ditawarkan atau lebih tepatnya diminta untuk menjadi karyawan outsourcing sebuah perusahaan telekomunikasi. Kenapa penulis berani mencoba tantangan ini, padahal usaha yang penulis jalani di tahun 2014 ini mulai memasuki tahun ke 7 berjalan dan saat ini dalam kondisi relatif stabil walau ada beberapa tantangan ke depan yang makin berat. Ada beberapa pertimbangan, yaitu antara gaji, waktu dan bidang pekerjaan ternyata tidak terlalu mengganggu perkembangan bisnis utama bahkan masih bisa untuk berjalan menjadi pekerja lepas, tentunya dengan menyesuaikan waktu bekerja yang diharapkan kedepannya bisa mengoptimalkan bisnis dan sistemnya yang sedang berjalan dengan bertambahnya jaringan komunikasi dengan pihak-pihak lain, artinya tidak semata-mata dilihat dari besarnya gaji menjadi karyawan.
Jadi jika Anda mulai coba-coba untuk berpindah kuadran atau masuk di empat kuadran sekaligus, harus pintar-pintar memiliki strategi yang jitu dan memilah-memilah pekerjaan atau bisnis apa yang akan Anda jalani berbarengan supaya Anda bisa berperan optimal di semua kuadran, jangan malah menjadi bumerang yang akhirnya malah tidak mendapat hasil yang baik di semua kuadran, khususnya untuk kuadran B, E dan S, serta tetap optimis. Dan satu lagi, Anda harus berani dan tidak ragu-ragu mengambil keputusan alias nekad aja he..he..
Semoga berhasil!
15:28
Floorplanner, Aplikasi Mudah Desain Ruang 2D/3D Secara Online
Written By Unknown on Monday, 6 January 2014 | 15:28
Pada waktu awal-awal penulis mengenal aplikasi untuk menggambar teknik khususnya dibidang arsitektur ruangan atau bangunan, penulis agak kesulitan untuk menggunakan aplikasi perangkat lunak untuk design tersebut, yang saat itu terkenal seperti autocad, yang banyak dipakai kalangan akademisi maupun profesional.
![]() |
| Model 2D |
Namun saat ini setelah kemajuan teknologi jaringan internet dan perangkat lunak, maka sekarang tidak perlu belajar yang relatif lama membuat design gambar, seperti untuk membuat model ruangan rumah atau bangunan yang ingin kita dibuat, karena sudah banyak perangkat lunak yang sekaligus bisa digunakan online, dan dapat dikerjakan oleh orang awam sekalipun.
Salah satunya adalah di floorplanner.com, ini adalah situs yang dibuat oleh pengembangnya untuk merancang model ruangan secara mudah untuk gamabar 2D atau 3D. Bisa digunakan oleh arsitektur atau pengembang properti profesional maupun orang awam sekalipun seperti penulis, karena di sana cukup lengkap perlengkapan dan tutorialnya. Anda bisa merancang design untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan profesional seperti untuk merancang rumah, kantor, taman, tempat pernikahan, dan lainnya rekatif hanya dalam hitungan menit.
![]() |
| Model 3D |
Penulis sendiri mencoba kemudahan yang ditawarkan situs floorplanner.com ini. Cukup daftar sebentar atau dengan menggunakan akun email google, Anda sudah bisa menggunakan aplikasi online di situs ini secara gratis. Hasil kerja Anda bisa disimpan atau diekspor ke file dalam bentuk PDF atau citra gambar.
Bagi kalangan profesional juga bisa mendaftar disitus ini untuk mendapat fasilitas yang lebih dibanding dengan member yang mendaftar gratis. Untuk member gratis (Basic) hanya diperkenankan untuk memiliki satu plan project, tambahan tiap satu rancangan baru mesti membayar tambahan $4.99.
Penulis sendiri sudah mencoba menggunakan situs ini untuk membuat denah ruangan rumah 2D/3D yang dipergunakan sebagai peta ruangan dalam aplikasi monitoring IP CCTV, AP Hotspot, dan kedepannya otomatisasi M2M (mesin/rumah pintar). Selamat mencoba!
![]() |
| Gambar Denah Rumah 3D Di Aplikasi Monitoring IP CCTV |
21:55
Tak Ada Modal Riset Dan Pengembangan Proyek? Jual Ide Anda Di "Pasar Ide"
Written By Unknown on Monday, 18 March 2013 | 21:55
Apakah Anda seorang pencipta, atau inovator ataupun sebutan lain, yang intinya bahwa Anda memiliki ide dan ingin membangun sebuah proyek yang menghasilkan produk dari ide tersebut? Apakah Anda mampu membiayai proyek tersebut dari kantong sendiri? Jika jawabannya tidak, jangan buang mimpi Anda dulu sebelum Anda menemukannya solusi permasalahan klasik ini. Biaya atau modal adalah hal yang sering menjadi penghambat sebuah riset dan pengembangan proyek bagi seorang penemu bahkan pengusaha yang bisnisnya sudah berjalan baik sekalipun. Lalu bagaimana? Apa mau pinjam ke bank? Lupakan saja ide tersebut jika Anda seorang inventor ataupun pebisnis pemula yang belum berproduksi. Lalu apa mesti dengan strategi modal 4F (founder, friends, family, fools)? Memang paling gampang mencari modal adalah dengan meminta bantuan orang-orang terdekat sekitar kita seperti karib kerabat, ataupun orang-orang diluar karib kerabat yang berpotensi memberikan modal. Namun ada kelemahan, jika hanya mengandalkan dari kontribusi 4F, terutama jika modal riset dan pengembangan proyek memerlukan dana yang besar, ataupun idenya tidak menarik bagi mereka tentu ide Anda akan mentok sampai di sini. Adakah solusi lain? Tentu saja ada, promosikan ide Anda di sebuah "pasar ide".
Pasar Ide Atau Crowdfunding
Crowdfunding atau kami terjemahkan secara bebas bisa disebut Pasar Ide, kenapa? Karena pengertian Crowdfunding adalah usaha kolektif (bersama) dari individu-individu yang bergabung dalam satu jaringan dan mengumpulkan uang mereka yang biasanya melalui situs internet untuk mendukung sebuah ide yang dimulai oleh perorangan atau organisasi. Crowdfunding digunakan untuk mendukung aktivitas yang luas.[1] Adalah istilah yang umum dipakai untuk menunjukkan aktitivas mengumpulkan uang dari berbagai pihak yaitu sumbangan atau donasi. Hal ini seperti donasi situs online non profit ataupun proyek open source.
Perbedaan utama antara crowdfunding dan sumbangan adalah crowdfunding yang terkait dengan usaha pekerjaan di Amerika yang memungkinkan penjualan online saham kecil menjadi sebuah sekumpulan dana yang besar dari para investor, walaupun proyek pekerjaan tersebut belum berjalan. Meskipun demikian, Anda masih bisa memakai metode crowdfunding untuk menggalang dana proyek Anda, selama Anda tidak menjual saham apapun.[2] Oleh karena situs-situs crowdfunding mirip seperti toko atau pasar online namun yang dijual bukan produk jadi berupa barang atau jasa tetapi gagasan atau ide sebuah proyek supaya ada yang memberi dana, maka Kami menerjemahkan istilah crowdfunding sebagai "pasar ide".
Situs-situs crowdfunding yang berbeda-beda bisa memiliki tujuan dan pendekatan yang saling berbeda pula, tapi secara keseluruhan memiliki konsep sederhana - Anda posting proyek Anda kepada sekelompok besar pengguna situs tersebut, atau "calon investor", dan mereka akan mendanai proyek Anda dengan uang mereka jika mereka tertarik pada proyek Anda tersebut. Anda dapat memulai latihan proyek crowdfunding secara gratis karena Anda hanya akan dikenakan biaya oleh pengelola situs ketika proyek Anda telah mengumpulkan beberapa besar dana atau sudah terkumpul penuh. Tidak rugi untuk memulai dan hal ini saat bagus untuk publisitas.[3]
Situs Online Pasar Ide
Salah satu situs Pasar Ide yang terkenal di internet adalah kickstarter.com, khususnya di Amerika Serikat. Situs tersebut sudah mengumpulkan dana total sebesar 220 juta dollar dari sekitar 61.000 proyek yang telah diluncurkan sejauh ini. Ribuan pengunjung menjelajahi proyek-proyek yang terdaftar di Kickstarter dan mengantri tiap detik untuk memberikan uang mereka untuk proyek yang mereka pikir paling layak untuk didanai! Menurut aturan situs tersebut, Kickstarter secara umum menerima semua jenis proyek kreatif tapi tidak untuk kasus kampanye, sumbangan sosial atau beasiswa, dan sudah pasti tidak untuk berlibur atau membeli sebuah kamera digital baru.
Proses pengajuan proyek benar-benar intuitif dan mudah, pembuat proyek hanya perlu mendaftar akun, kemudian mengisi rincian proyek. pembuat proyek dianjurkan untuk menjelaskan segala sesuatunya secara rinci, karena akan ada kru yang meninjau formulir itu dan menentukan apakah akan menerima proyek tersebut atau tidak. Selain itu situs ini memiliki fitur khusus berupa hadiah atau penghargaan kepada para pendukung dana (disebut backer), yaitu membuat hadiah kecil pada suatu titik nilai besar donasi tertentu, dan jika seorang backer menjanjikan dana dan mengklaim hadiahnya, dia akan mendapat hadiahnya hanya jika proyek tersebut berhasil mengumpulkan total dana yang dibutuhkan proyek. Kickstarter mengambil biaya 5% dari setiap proyek yang sukses. Karena menggunakan pembayaran dengan amazon, pihak Amazon akan mengenakan biaya pemrosesan kartu kredit, yang sekitar 3-5% dari dana proyek. Namun pembuat proyek di Kickstarter harus merupakan warga AS yang memiliki nomor jaminan sosial.[4]
Lalu apakah ada situs pasar ide atau crowdfunding bagi masyarakat Indonesia? Salah satu situs crowdfunding, dan merupakan situs crowdfunding pertama di Indonesia adalah bursaide.com[5], yang juga terinspirasi dari situs crowdfunding internasional. Bursa Ide didirikan oleh Muhaimin Iqbal yang juga pendiri Gerai Dinar, sebuah usaha jual-beli, investasi emas fisik.
Pihak BursaIde mengatakan bahwa dasar pembuatan sistem ini adalah kenyataan bahwa ide-ide itu berharga setelah diimplementasi. Tentunya ide cemerlang yang berhasil diimplementasi akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Itulah tujuan utamanya. Walaupun sampai saat ini ide-ide yang muncul di BursaIde yang akhirnya didanai belum semasif yang dihasilkan oleh situs-situs pasar ide internasional, mungkin bisa jadi karena situs ini tergolong baru, dan faktor lain juga mungkin cara pandang atau kultur masyarakat kita belum terbiasa untuk memberikan donasi untuk proyek-proyek usaha atau bisnis dan sejenisnya, karena umumnya donasi atau sumbangan sukarela (sedekah) itu erat berkaitan dengan masalah sosial seperti bencana, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan sejenisnya (seperti kasus hukum yang menimbulkan gerakan koin prita).
Dengan munculnya situs-situs Pasar Ide dan sejenisnya, tentu diharapkan menjadi salah satu wadah yang membantu pemberdayaan ide-ide cerdas di masyarakat yang terbentur dengan masalah klasik seperti dana pengembangan proyek. Namun perlu dirumuskan sistem pendanaan ini kepada masyarakat yang terlibat apakah dana proyek ini menggunakan sistem bagi hasil (profit-loss sharing), sumbangan sukarela atau hibah? Termasuk juga follow up-nya agar dikemudian hari ketika proyek pendanaan swadaya tersebut sudah berjalan tidak mengalami masalah.
Model-model alternatif pendanaan seperti ini tentu berguna untuk membantu masyarakat yang kesulitan untuk mengembangkan usaha kecil, buruh tani, dan sejenisnya. Contoh kasus yang masih banyak terjadi adalah para petani yang sulit medapatkan bantuan dari pemerintah maupun bank untuk pengembangan produk usaha mereka, yang pada akhirnya terjerat ke rentenir lokal[6]. Tentu hal ini menjadi masalah karena pinjaman riba hanya menghasilkan ketidakadilan dan kesengsaraan di masyarakat. Namun ada hambatan teknologi juga bagi masyarakat pedesaan untuk ikut menyebarkan ide-ide mereka di situs-situs online sejenis pasar ide, yaitu infrastruktur jaringan internet yang terbatas, tentu perlu solusi khusus menghadapi ini, ada baiknya warga pedesaan mencontoh usaha yang dilakukan Desa Melung yang membangun infrastruktur internet hotspot di desa mereka.[7]
Semangat gotong-royong, saling membantu, bersedekah yang dihadirkan melalui wadah pasar ide tentu merupakan salah satu solusi membantu bagi perekonomian masyarakat luas yang dimana sistem perekonomian global saat ini telah dicengkram sistem kapitalistik yang cenderung individualis dan ditopang dengan sistem perbankan ribawi. Tentu bagi masyarakat beragama, khususnya bagi muslim yang menyakini ajaran Islam, bahwa hikmah sedekah adalah satu bagian solusi membebaskan manusia dari jeratan riba, seperti dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 276: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah..."
(dari berbagai sumber)
catatan kaki:
[1]wikipedia
[2]hongkiat.com
[3]idem (2)
[4]idem
[5]techinasia.com
[6]finance.detik.com
[7]melung.or.id
Pasar Ide Atau Crowdfunding
Crowdfunding atau kami terjemahkan secara bebas bisa disebut Pasar Ide, kenapa? Karena pengertian Crowdfunding adalah usaha kolektif (bersama) dari individu-individu yang bergabung dalam satu jaringan dan mengumpulkan uang mereka yang biasanya melalui situs internet untuk mendukung sebuah ide yang dimulai oleh perorangan atau organisasi. Crowdfunding digunakan untuk mendukung aktivitas yang luas.[1] Adalah istilah yang umum dipakai untuk menunjukkan aktitivas mengumpulkan uang dari berbagai pihak yaitu sumbangan atau donasi. Hal ini seperti donasi situs online non profit ataupun proyek open source.
Perbedaan utama antara crowdfunding dan sumbangan adalah crowdfunding yang terkait dengan usaha pekerjaan di Amerika yang memungkinkan penjualan online saham kecil menjadi sebuah sekumpulan dana yang besar dari para investor, walaupun proyek pekerjaan tersebut belum berjalan. Meskipun demikian, Anda masih bisa memakai metode crowdfunding untuk menggalang dana proyek Anda, selama Anda tidak menjual saham apapun.[2] Oleh karena situs-situs crowdfunding mirip seperti toko atau pasar online namun yang dijual bukan produk jadi berupa barang atau jasa tetapi gagasan atau ide sebuah proyek supaya ada yang memberi dana, maka Kami menerjemahkan istilah crowdfunding sebagai "pasar ide".
Situs-situs crowdfunding yang berbeda-beda bisa memiliki tujuan dan pendekatan yang saling berbeda pula, tapi secara keseluruhan memiliki konsep sederhana - Anda posting proyek Anda kepada sekelompok besar pengguna situs tersebut, atau "calon investor", dan mereka akan mendanai proyek Anda dengan uang mereka jika mereka tertarik pada proyek Anda tersebut. Anda dapat memulai latihan proyek crowdfunding secara gratis karena Anda hanya akan dikenakan biaya oleh pengelola situs ketika proyek Anda telah mengumpulkan beberapa besar dana atau sudah terkumpul penuh. Tidak rugi untuk memulai dan hal ini saat bagus untuk publisitas.[3]
Situs Online Pasar Ide
Salah satu situs Pasar Ide yang terkenal di internet adalah kickstarter.com, khususnya di Amerika Serikat. Situs tersebut sudah mengumpulkan dana total sebesar 220 juta dollar dari sekitar 61.000 proyek yang telah diluncurkan sejauh ini. Ribuan pengunjung menjelajahi proyek-proyek yang terdaftar di Kickstarter dan mengantri tiap detik untuk memberikan uang mereka untuk proyek yang mereka pikir paling layak untuk didanai! Menurut aturan situs tersebut, Kickstarter secara umum menerima semua jenis proyek kreatif tapi tidak untuk kasus kampanye, sumbangan sosial atau beasiswa, dan sudah pasti tidak untuk berlibur atau membeli sebuah kamera digital baru.
Proses pengajuan proyek benar-benar intuitif dan mudah, pembuat proyek hanya perlu mendaftar akun, kemudian mengisi rincian proyek. pembuat proyek dianjurkan untuk menjelaskan segala sesuatunya secara rinci, karena akan ada kru yang meninjau formulir itu dan menentukan apakah akan menerima proyek tersebut atau tidak. Selain itu situs ini memiliki fitur khusus berupa hadiah atau penghargaan kepada para pendukung dana (disebut backer), yaitu membuat hadiah kecil pada suatu titik nilai besar donasi tertentu, dan jika seorang backer menjanjikan dana dan mengklaim hadiahnya, dia akan mendapat hadiahnya hanya jika proyek tersebut berhasil mengumpulkan total dana yang dibutuhkan proyek. Kickstarter mengambil biaya 5% dari setiap proyek yang sukses. Karena menggunakan pembayaran dengan amazon, pihak Amazon akan mengenakan biaya pemrosesan kartu kredit, yang sekitar 3-5% dari dana proyek. Namun pembuat proyek di Kickstarter harus merupakan warga AS yang memiliki nomor jaminan sosial.[4]
Lalu apakah ada situs pasar ide atau crowdfunding bagi masyarakat Indonesia? Salah satu situs crowdfunding, dan merupakan situs crowdfunding pertama di Indonesia adalah bursaide.com[5], yang juga terinspirasi dari situs crowdfunding internasional. Bursa Ide didirikan oleh Muhaimin Iqbal yang juga pendiri Gerai Dinar, sebuah usaha jual-beli, investasi emas fisik.
Pihak BursaIde mengatakan bahwa dasar pembuatan sistem ini adalah kenyataan bahwa ide-ide itu berharga setelah diimplementasi. Tentunya ide cemerlang yang berhasil diimplementasi akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Itulah tujuan utamanya. Walaupun sampai saat ini ide-ide yang muncul di BursaIde yang akhirnya didanai belum semasif yang dihasilkan oleh situs-situs pasar ide internasional, mungkin bisa jadi karena situs ini tergolong baru, dan faktor lain juga mungkin cara pandang atau kultur masyarakat kita belum terbiasa untuk memberikan donasi untuk proyek-proyek usaha atau bisnis dan sejenisnya, karena umumnya donasi atau sumbangan sukarela (sedekah) itu erat berkaitan dengan masalah sosial seperti bencana, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan sejenisnya (seperti kasus hukum yang menimbulkan gerakan koin prita).
Dengan munculnya situs-situs Pasar Ide dan sejenisnya, tentu diharapkan menjadi salah satu wadah yang membantu pemberdayaan ide-ide cerdas di masyarakat yang terbentur dengan masalah klasik seperti dana pengembangan proyek. Namun perlu dirumuskan sistem pendanaan ini kepada masyarakat yang terlibat apakah dana proyek ini menggunakan sistem bagi hasil (profit-loss sharing), sumbangan sukarela atau hibah? Termasuk juga follow up-nya agar dikemudian hari ketika proyek pendanaan swadaya tersebut sudah berjalan tidak mengalami masalah.
Model-model alternatif pendanaan seperti ini tentu berguna untuk membantu masyarakat yang kesulitan untuk mengembangkan usaha kecil, buruh tani, dan sejenisnya. Contoh kasus yang masih banyak terjadi adalah para petani yang sulit medapatkan bantuan dari pemerintah maupun bank untuk pengembangan produk usaha mereka, yang pada akhirnya terjerat ke rentenir lokal[6]. Tentu hal ini menjadi masalah karena pinjaman riba hanya menghasilkan ketidakadilan dan kesengsaraan di masyarakat. Namun ada hambatan teknologi juga bagi masyarakat pedesaan untuk ikut menyebarkan ide-ide mereka di situs-situs online sejenis pasar ide, yaitu infrastruktur jaringan internet yang terbatas, tentu perlu solusi khusus menghadapi ini, ada baiknya warga pedesaan mencontoh usaha yang dilakukan Desa Melung yang membangun infrastruktur internet hotspot di desa mereka.[7]
Semangat gotong-royong, saling membantu, bersedekah yang dihadirkan melalui wadah pasar ide tentu merupakan salah satu solusi membantu bagi perekonomian masyarakat luas yang dimana sistem perekonomian global saat ini telah dicengkram sistem kapitalistik yang cenderung individualis dan ditopang dengan sistem perbankan ribawi. Tentu bagi masyarakat beragama, khususnya bagi muslim yang menyakini ajaran Islam, bahwa hikmah sedekah adalah satu bagian solusi membebaskan manusia dari jeratan riba, seperti dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 276: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah..."
(dari berbagai sumber)
catatan kaki:
[1]wikipedia
[2]hongkiat.com
[3]idem (2)
[4]idem
[5]techinasia.com
[6]finance.detik.com
[7]melung.or.id
08:40
Social Entrepreunership atau bisa kita terjemahkan Kewirausahaan sosial menurut pengertiaannya adalah melihat atau mengidentifikasi masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat. Mereka seperti seseorang yang sedang menabung dalam jangka panjang karena usaha mereka memerlukan waktu dan proses yang lama untuk dapat terlihat hasilnya.
Karakteristik Social Entrepreneur Menurut Tokoh-Tokoh Modern [2]
Sejarah Kewirausahaan Sosial
Mengenal Social Entrepreneurship (Kewirausahaan Sosial)
Written By Unknown on Tuesday, 12 March 2013 | 08:40
Belakangan kita sering mendengar istilah Social Entrepreunership yang berkaitan dengan pengusaha dan bisnis. Apa itu Social Entrepreunership?
Pengertian Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship) [1]
| ilustrasi dari forbes.com |
Wirausaha sosial menjadi fenomena sangat menarik saat ini karena perbedaan-perbedaannya dengan wirausaha tradisional yang hanya fokus terhadap keuntungan materi dan kepuasan pelanggan serta signifikansinya terhadap kehidupan masyarakat. Kajian mengenai kewirausahaan sosial melibatkan berbagai ilmu pengetahuan dalam pengembangan serta praktiknya di lapangan. Lintas ilmu pengetahuan yang diadopsi kajian kewirausahaan sosial merupakan hal penting untuk menjelaskan serta membuat pemikiran-pemikiran baru.
Karakteristik Social Entrepreneur Menurut Tokoh-Tokoh Modern [2]
Terdapat beberapa pembelajaran tentang kewirausahawan sosial beserta beberapa karakteristik yang dimiliki oleh para usahawan (pengusaha) sosial itu sendiri. Hal tersebut dapat terlihat dari penelitian mengenai kewirausahaan sosial terbagi menjadi beberapa grup sosial sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
Hal ini pada dasarnya terdiri dari hal-hal yang tidak umum untuk dilakukan dalam kegiatan usaha yang biasanya berjalan secara rutin. Austin Stevenson dan Wei-Skillern berpendapat bahwa usahawan sosial dan tradisional berbeda dengan pengusahanya sendiri, metode, situasi, dan peluang. Tujuan utama dari usahawan sosial adalah melayani kebutuhan dasar masyarakat, sementara usahawan tradisional adalah untuk meraih pasar yang besar kesenjangan dan memperoleh keuntungan, dalam proses bertaraf minimum untuk kepentingan masyarakatnya.
Paul C Light mengamati berbagai definisi yang ada usahawan sosial dan memberikan definisi yang luas yang menganggap bahwa usahawan sosial adalah individu, kelompok, jaringan, organisasi atau aliansi. Tapi berupaya secara berkelanjutan melalui ide-ide yang berbeda untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang signifikan. Lynn Barendsen dan Howard Gardeber menjelaskan bahwa Pemimpin yang baru sebagai pemimpin yang sadar akan kewajiban mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang sifatnya positif. Gillian et al. berpendapat bahwa hanya keterampilan saja tidak membuat kewirausahaan dapat dikatakan sebagai seorang pengusaha sosial. Sebaliknya seorang pengusaha sosial juga memerlukan persimpangan virtuousness, kesempatan sosial, pengakuan, dapat menghakimi, bersifat toleransi, dan inovasi.
Sarah H Alvord membuat analisis komparatif dari tujuh kasus kewirausahaan sosial yang secara luas telah diakui sebagai sesuatu yang dianggap sukses. Mereka mengenali perbedaan-perbedaan dalam bentuk tujuh organisasi yang memperkenalkan inovasi. Thomson mendefinisikan pengusaha sosial sebagai orang-orang dengan sikap pengusaha bisnis, tetapi beroperasi di masyarakat. Mereka bertindak lebih sebagai pengasuh dari masyarakat dan bukan sebagai pengusaha yang dengan mudah menghasilkan uang. Gregory Dees mengidentifikasikan pengusaha sosial sebagai pengusaha yang langka. Dia menggambarkan satu set ciri-ciri luar biasa pengusaha sosial dengan menekankan bahwa masyarakat harus mendorong dan memberi balasan kepada orang dengan kemampuan yang sifatnya unik.
Hal ini tentunya sangat bergantung kepada bagaimana isi dari gagasan yang kita tawarkan, pada dasarnya agar gagasan serta ide yang kita tawarkan bisa diterima oleh masyarakat kita harus memiliki misi sosial di dalamnya semata-mata hanya untuk membuat masyrakat dapat terbebaskan dari permasalahan yang terjadi. Dalam pelaksanaan pengimplementasian gagasan tersebut pastinya kita akan mendapatkan banyak sekali permasalahan, seorang jiwa usahawan sosial (social entrepreneur) harus mempunyai kemampuan pengelolaan risiko (risk management) agar dapat menuntaskan apa yang menjadi idenya tersebut. Kemampuan mengelola risiko ini merupakan suatu hal yang penting agar kita dapat memastikan bahwa program yang ditawarkan berjalan secara berkelanjutan.
Hal ini pada dasarnya terdiri dari hal-hal yang tidak umum untuk dilakukan dalam kegiatan usaha yang biasanya berjalan secara rutin. Austin Stevenson dan Wei-Skillern berpendapat bahwa usahawan sosial dan tradisional berbeda dengan pengusahanya sendiri, metode, situasi, dan peluang. Tujuan utama dari usahawan sosial adalah melayani kebutuhan dasar masyarakat, sementara usahawan tradisional adalah untuk meraih pasar yang besar kesenjangan dan memperoleh keuntungan, dalam proses bertaraf minimum untuk kepentingan masyarakatnya.
Paul C Light mengamati berbagai definisi yang ada usahawan sosial dan memberikan definisi yang luas yang menganggap bahwa usahawan sosial adalah individu, kelompok, jaringan, organisasi atau aliansi. Tapi berupaya secara berkelanjutan melalui ide-ide yang berbeda untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang signifikan. Lynn Barendsen dan Howard Gardeber menjelaskan bahwa Pemimpin yang baru sebagai pemimpin yang sadar akan kewajiban mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang sifatnya positif. Gillian et al. berpendapat bahwa hanya keterampilan saja tidak membuat kewirausahaan dapat dikatakan sebagai seorang pengusaha sosial. Sebaliknya seorang pengusaha sosial juga memerlukan persimpangan virtuousness, kesempatan sosial, pengakuan, dapat menghakimi, bersifat toleransi, dan inovasi.
Sarah H Alvord membuat analisis komparatif dari tujuh kasus kewirausahaan sosial yang secara luas telah diakui sebagai sesuatu yang dianggap sukses. Mereka mengenali perbedaan-perbedaan dalam bentuk tujuh organisasi yang memperkenalkan inovasi. Thomson mendefinisikan pengusaha sosial sebagai orang-orang dengan sikap pengusaha bisnis, tetapi beroperasi di masyarakat. Mereka bertindak lebih sebagai pengasuh dari masyarakat dan bukan sebagai pengusaha yang dengan mudah menghasilkan uang. Gregory Dees mengidentifikasikan pengusaha sosial sebagai pengusaha yang langka. Dia menggambarkan satu set ciri-ciri luar biasa pengusaha sosial dengan menekankan bahwa masyarakat harus mendorong dan memberi balasan kepada orang dengan kemampuan yang sifatnya unik.
Hal ini tentunya sangat bergantung kepada bagaimana isi dari gagasan yang kita tawarkan, pada dasarnya agar gagasan serta ide yang kita tawarkan bisa diterima oleh masyarakat kita harus memiliki misi sosial di dalamnya semata-mata hanya untuk membuat masyrakat dapat terbebaskan dari permasalahan yang terjadi. Dalam pelaksanaan pengimplementasian gagasan tersebut pastinya kita akan mendapatkan banyak sekali permasalahan, seorang jiwa usahawan sosial (social entrepreneur) harus mempunyai kemampuan pengelolaan risiko (risk management) agar dapat menuntaskan apa yang menjadi idenya tersebut. Kemampuan mengelola risiko ini merupakan suatu hal yang penting agar kita dapat memastikan bahwa program yang ditawarkan berjalan secara berkelanjutan.
Sejarah Kewirausahaan Sosial
Istilah social entrepreneurship digunakan pertama dalam literatur mengenai perubahan sosial di tahun 1960-an dan 1970-an. Istilah ini mulai digunakan secara luas pada 1980-an dan 1990-an, dipromosikan oleh Bill Drayton pendiri Ashoka: Inovator untuk Publik, dan lain-lain. Dari tahun 1950 hingga 1990-an Michael Young, promotor terkemuka perusahaan sosial dan pada tahun 1980 digambarkan oleh Profesor Daniel Bell di Harvard sebagai 'pengusaha paling sukses di dunia kewirausahaan sosial 'karena perannya dalam menciptakan lebih dari enam puluh organisasi baru di seluruh dunia, termasuk Sekolah Pengusaha Sosial (SSE) yang ada di Inggris, Australia dan Kanada dan dia juga mendukung individu untuk mewujudkan potensi mereka dan sekaligus untuk mendirikan, menimbang dan mempertahankan, perusahaan dan bisnis sosial. Dan masih ada wirausahawan sosial lainnya.[3]
Walaupun Istilah Social Entrepreneurship ini relatif baru dikenal, namun sebenarnya ide yang terkandung dalam istilah tersebut merupakan sebuah konsep lama, bisa jadi sejak munculnya peradaban manusia yang bersosial terhadap lingkungannya, untuk berbagi dan memakmurkan lingkungan sekitarnya. Intinya adalah untuk berbagi manfaat. Hal ini bisa juga kita lihat dalam literatur agama samawi seperti dalam Islam.
Dalam literatur Islam, nabi Muhammad S.A.W. sendiri diutus ke dunia untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Q.S. Al-Anbiyaa:107). Pengertian tersebut bisa diterjemahkan bahwa misi beliau bukan hanya semata-mata membawa agama yang berisi ritual penyembahan terhadap Tuhan yang Esa, namun kebih daripada itu membawa sistem kehidupan manusia (way of life) yang komprehensif. Hubungan interaksi antar manusia termasuk didalamnya adab terhadap lingkungan alam sekitar juga diatur, yang disebut dengan istilah "mu'amalah", yang berisi syari'at (aturan) hubungan sosial antar sesama manusia, termasuk alam (seperti hewan dan tanaman).
Dalam mu'amalah yang berkaitan dengan mencari harta diatur cara dan etika bagaimana mencari harta yang halal dan memakmurkan bumi (masyarakat dan lingkungan). Contoh dalam Islam menghalalkan jual-beli (perdagangan), mewajibkan zakat, menganjurkan infaq, sedekah, hadiah, wakaf, membantu orang yang berhutang, dan yang lainnya, dan juga melarang mengambil harta secara bathil seperti mencuri, mengurangi timbangan (curang), riba, judi, gharar, dan sejenisnya. Cukup banyak dalil-dalil dalam al-Qur'an dan hadits nabi yang membahas tentang mu'malah ini.
Berkenaan dengan tema social enterpreneurship, ada sebuah hadits dalam literatur Islam yang bisa kita petik pelajaran kebijaksanaan dalam mengelola usaha dan bermanfaat bagi lingkungan sosialnya.
Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda:
Ketika seorang laki-laki berada di sebuah tanah lapang yang sunyi, dia mendengar sebuah suara di angkasa, “Berilah air pada kebun si Fulan!” Awan itu pun bergerak lalu mencurahkan airnya di satu bidang tanah yang berbatu hitam. Ternyata saluran air dari beberapa buah jalan air yang ada telah menampung air tersebut seluruhnya. Dia pun mengikuti air itu. Ternyata dia sampai kepada seorang pria yang berdiri di kebunnya sedang mengubah aliran air dengan cangkulnya.
Laki-laki tadi berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah, siapa namamu?”
Petani itu menjawab, “Nama saya Fulan.” Dia menyebutkan nama yang tadi didengar oleh lelaki pertama dari angkasa.
Si petani bertanya kepadanya, “Wahai hamba Allah, mengapa Anda menanyakan nama saya?”
Kata lelaki itu, “Sebetulnya, saya tadi mendengar sebuah suara di awan yang airnya baru saja turun dan mengatakan, ‘Berilah air pada kebun si Fulan!’ menyebut nama Anda. Apakah yang Anda perbuat dengan kebun ini?”
Petani itu berkata, “Baiklah, kalau Anda mengatakan demikian. Sebetulnya, saya selalu memerhatikan apa yang keluar dari kebun ini, lalu saya menyedekahkan sepertiganya, sepertiga berikutnya saya makan bersama keluarga saya, dan sepertiga lagi saya kembalikan (untuk modal cocok tanam)….”
Dengan sanad hadits ini juga, dari Wahb bin Kaisan sampai kepada Abu Hurairah ra, tetapi (dalam riwayat ini) petani itu berkata, “Saya mengalokasikan sepertiganya untuk orang miskin, peminta-minta, dan para perantau (ibnu sabil).”
Perhatikanlah bagaimana Allah menggiring rezeki untuk manusia, binatang ternak, burung-burung, tanah, dan gunung-gunung, kemudian rezeki itu sampai kepadanya karena besarnya kebutuhan mereka, pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
Perhatikanlah bagaimana Allah menundukkan angin agar menggiring awan sampai turun hujan. Di dalam hadits ini dijelaskan keutamaan sedekah dan berbuat baik kepada orang miskin dan ibnu sabil. Dijelaskan pula keutamaan seseorang makan dan memberi nafkah kepada keluarga dari hasil usahanya sendiri. Di sini, petani itu memisahkan sepertiga hartanya untuk keluarga, sepertiga yang kedua untuk sedekah, dan sepertiga berikutnya untuk modal menanam lagi.[4]
Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa apapun yang kita usahakan dan kita berikan kepada lingkungan akan mendapat imbal balik dari lingkungan sekitar kita pula yang setimpal. Jadi apabila kita memberikan nilai positif kepada lingkungan sekitar maka nilai positif itu akan kembali kepada diri sendiri, begitu pula sebaliknya, hal ini adalah sunnatullah. Istilah tersebut mungkin mirip dengan istilah dalam Hindu yang sering disebut "hukum karma", atau istilah lain di masyarakat umum disebut hukum alam.
Memasyarakatkan kembali Social Entrepreneurship
Setelah kita tahu bahwa kewirausahaan sosial ini adalah ide yang telah lama ada, lalu kenapa seakan-akan ide tersebut seperti sebuah ide baru yang belum pernah ada sebelumnya, padahal sejak lampau ide ini sudah ada dalam peradaban masyarakat dunia? Mungkin kita bisa sedikit menjawab adalah karena sistem yang diadopsi mayoritas peradaban dunia saat ini semenjak beberapa dekade lalu berkiblat kepada sistem kapitalistik yang ditopang lembaga keuangan perbankan ribawi yang cenderung ekploitatif kepada manusia dan juga lingkungan karena hanya berorientasi kepada manfaat penggandaan kapital (modal). Makanya sering kita mendengar slogan "time is money" atau "waktu adalah uang" yang memberi semangat bahwa segala waktu kehidupan manusia adalah sebuah kesempatan bernilai untuk mendapatkan keuntungan materi (uang).
Sistem ekonomi inipun berimbas ke pendidikan yang akhirnya mempengaruhi kurikulum pendidikan, khususnya pandangan tentang sistem global yang sedang berjalan. Sehingga sadar atau tidak sadar hasil dari pendidikan tersebut manghasilkan individu-individu yang mendukung sistem ekonomi status quo. Sehingga kebijaksanaan dalam sejarah masa lalu seakan tidak pernah ada dalam perjalanan manusia. Hal ini umumnya terjadi dalam pendidikan mainstream negara modern.
Oleh karena itu sudah seharusnya masyarakat sadar, bahwa kondisi yang memprihatinkan sekarang ini harus diubah sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain dalam bentuk berbagi manfaat. Salah satu caranya seperti yang sedang dilakukan komunitas-komunitas di seluruh dunia yang sedang membangkitkan semangat social entrepreneurship di wilayahnya masing-masing, agar kehidupan manusia dan lingkungan di masa depan jauh lebih baik daripada sekarang ini.
sumber:
[1]wikipedia
[2]idem (1)
[3]idem
[4]asysyariah.com
Dalam mu'amalah yang berkaitan dengan mencari harta diatur cara dan etika bagaimana mencari harta yang halal dan memakmurkan bumi (masyarakat dan lingkungan). Contoh dalam Islam menghalalkan jual-beli (perdagangan), mewajibkan zakat, menganjurkan infaq, sedekah, hadiah, wakaf, membantu orang yang berhutang, dan yang lainnya, dan juga melarang mengambil harta secara bathil seperti mencuri, mengurangi timbangan (curang), riba, judi, gharar, dan sejenisnya. Cukup banyak dalil-dalil dalam al-Qur'an dan hadits nabi yang membahas tentang mu'malah ini.
Berkenaan dengan tema social enterpreneurship, ada sebuah hadits dalam literatur Islam yang bisa kita petik pelajaran kebijaksanaan dalam mengelola usaha dan bermanfaat bagi lingkungan sosialnya.
Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda:
Ketika seorang laki-laki berada di sebuah tanah lapang yang sunyi, dia mendengar sebuah suara di angkasa, “Berilah air pada kebun si Fulan!” Awan itu pun bergerak lalu mencurahkan airnya di satu bidang tanah yang berbatu hitam. Ternyata saluran air dari beberapa buah jalan air yang ada telah menampung air tersebut seluruhnya. Dia pun mengikuti air itu. Ternyata dia sampai kepada seorang pria yang berdiri di kebunnya sedang mengubah aliran air dengan cangkulnya.
Laki-laki tadi berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah, siapa namamu?”
Petani itu menjawab, “Nama saya Fulan.” Dia menyebutkan nama yang tadi didengar oleh lelaki pertama dari angkasa.
Si petani bertanya kepadanya, “Wahai hamba Allah, mengapa Anda menanyakan nama saya?”
Kata lelaki itu, “Sebetulnya, saya tadi mendengar sebuah suara di awan yang airnya baru saja turun dan mengatakan, ‘Berilah air pada kebun si Fulan!’ menyebut nama Anda. Apakah yang Anda perbuat dengan kebun ini?”
Petani itu berkata, “Baiklah, kalau Anda mengatakan demikian. Sebetulnya, saya selalu memerhatikan apa yang keluar dari kebun ini, lalu saya menyedekahkan sepertiganya, sepertiga berikutnya saya makan bersama keluarga saya, dan sepertiga lagi saya kembalikan (untuk modal cocok tanam)….”
Dengan sanad hadits ini juga, dari Wahb bin Kaisan sampai kepada Abu Hurairah ra, tetapi (dalam riwayat ini) petani itu berkata, “Saya mengalokasikan sepertiganya untuk orang miskin, peminta-minta, dan para perantau (ibnu sabil).”
Perhatikanlah bagaimana Allah menggiring rezeki untuk manusia, binatang ternak, burung-burung, tanah, dan gunung-gunung, kemudian rezeki itu sampai kepadanya karena besarnya kebutuhan mereka, pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
Perhatikanlah bagaimana Allah menundukkan angin agar menggiring awan sampai turun hujan. Di dalam hadits ini dijelaskan keutamaan sedekah dan berbuat baik kepada orang miskin dan ibnu sabil. Dijelaskan pula keutamaan seseorang makan dan memberi nafkah kepada keluarga dari hasil usahanya sendiri. Di sini, petani itu memisahkan sepertiga hartanya untuk keluarga, sepertiga yang kedua untuk sedekah, dan sepertiga berikutnya untuk modal menanam lagi.[4]
Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa apapun yang kita usahakan dan kita berikan kepada lingkungan akan mendapat imbal balik dari lingkungan sekitar kita pula yang setimpal. Jadi apabila kita memberikan nilai positif kepada lingkungan sekitar maka nilai positif itu akan kembali kepada diri sendiri, begitu pula sebaliknya, hal ini adalah sunnatullah. Istilah tersebut mungkin mirip dengan istilah dalam Hindu yang sering disebut "hukum karma", atau istilah lain di masyarakat umum disebut hukum alam.
Memasyarakatkan kembali Social Entrepreneurship
Setelah kita tahu bahwa kewirausahaan sosial ini adalah ide yang telah lama ada, lalu kenapa seakan-akan ide tersebut seperti sebuah ide baru yang belum pernah ada sebelumnya, padahal sejak lampau ide ini sudah ada dalam peradaban masyarakat dunia? Mungkin kita bisa sedikit menjawab adalah karena sistem yang diadopsi mayoritas peradaban dunia saat ini semenjak beberapa dekade lalu berkiblat kepada sistem kapitalistik yang ditopang lembaga keuangan perbankan ribawi yang cenderung ekploitatif kepada manusia dan juga lingkungan karena hanya berorientasi kepada manfaat penggandaan kapital (modal). Makanya sering kita mendengar slogan "time is money" atau "waktu adalah uang" yang memberi semangat bahwa segala waktu kehidupan manusia adalah sebuah kesempatan bernilai untuk mendapatkan keuntungan materi (uang).
Sistem ekonomi inipun berimbas ke pendidikan yang akhirnya mempengaruhi kurikulum pendidikan, khususnya pandangan tentang sistem global yang sedang berjalan. Sehingga sadar atau tidak sadar hasil dari pendidikan tersebut manghasilkan individu-individu yang mendukung sistem ekonomi status quo. Sehingga kebijaksanaan dalam sejarah masa lalu seakan tidak pernah ada dalam perjalanan manusia. Hal ini umumnya terjadi dalam pendidikan mainstream negara modern.
Oleh karena itu sudah seharusnya masyarakat sadar, bahwa kondisi yang memprihatinkan sekarang ini harus diubah sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain dalam bentuk berbagi manfaat. Salah satu caranya seperti yang sedang dilakukan komunitas-komunitas di seluruh dunia yang sedang membangkitkan semangat social entrepreneurship di wilayahnya masing-masing, agar kehidupan manusia dan lingkungan di masa depan jauh lebih baik daripada sekarang ini.
sumber:
[1]wikipedia
[2]idem (1)
[3]idem
[4]asysyariah.com
15:32
Tears of Steel, Film Open Source Bergenre Live Action Sci-Fi
Written By Unknown on Friday, 15 February 2013 | 15:32
Setelah 7 bulan bekerja di Amsterdam oleh selusin spesialis efek visual open source, Blender Foundation merilis secara online film pendek terbaru yang disutradarai Ian Hubert, dan pada acara khusus di L.A. yang diselenggarakan oleh Asifa-Hollywood. Rilis online diputar hari Rabu 26 September, sekitar pukul 17.00 waktu setempat (UTC).
Setelah film animasi pendek "Elephants Dream" (2006), "Big Buck Bunny" (2008) dan "Sintel" (2010). Film pendek ini adalah yang keempat, dibuat di studio Amsterdam dengan dukungan dana yang besar. Jika tiga film pendek sebelumnya masih menggunakan tema animasi penuh, kini film pendek keempat yang berjudul "Tears of Steel" memasang ambisi yang tinggi juga - dengan menggunakan acuan standar internasional dalam hal visual efek, diterapkan pada film bertema fiksi ilmiah (sci-fi) live action yang berseting di kota tua Amsterdam.
"Hasilnya sungguh spektakuler," kata produser Ton Roosendaal, "Ini adalah kesempatan langka untuk melihat kota Anda sendiri berubah dengan tingkat efek visual dan bercerita. Hasil terbaik tentu saja kita sekarang memiliki pipeline open source lengkap untuk pekerjaan efek visual di Blender - mulai dari Kamera tracking dan roto, kesemuanya untuk gradasi warna ".
Cerita di film ini adalah tentang sekelompok prajurit pejuang dan ilmuwan, yang berkumpul di "Oude Kerk" di Amsterdam untuk menggelar ulang sebuah kejadian penting dari masa lalu, dalam sebuah upaya dari kondisi keputus asa-an untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran akibat kemunculan robot-robot di masa depan yang menguasai kehidupan manusia.
Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film fiksi ilmiah Tears of Steel bisa langsung ke situs resminya di mango.blender.org. Dan di bawah ini adalah film Tears of Steel ofisial di youtube.
13:37
Film Animasi Open Source Produksi Blender Foundation
Written By Unknown on Tuesday, 12 February 2013 | 13:37
Semenjak gerakan open source mulai mendunia yang dipelopori oleh perangkat lunak sistem operasi Linux dan GNU, kini gerakan-gerakan open source mulai menyebar bukan hanya untuk bidang perangkat lunak lagi, tapi menjalar ke bidang-bidang lain. Salah satunya adalah munculnya film open source.
Menurut pengertiannya, film open source (sering disebut juga open-content-films atau free-content-films) adalah film yang dalam produksi dan distribusinya menggunakan metodelogi perangkat lunak open source, di mana isi film ini seluruhnya, seperti gambar, musik soundtrack, dan lainnya bebas diambil, disebarluaskan, dimodifikasi, bahkan untuk dikomersialkan kembali tanpa harus membayar royalti hak cipta.
Film open source beberapa tahun belakangan ini mulai banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat dunia dengan berbagai modelnya. Salah satunya adalah film-film animasi yang diproduksi oleh Blender Foundation. Blender foundation sendiri adalah organisasi non profit yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak pembuat video animasi open source yang diberi nama "Blender". Perangkat lunak blender sendiri kemampuannya tidak kalah dengan perangkat lunak pembuat video animasi berbayar mahal.
Berikut ini adalah tiga buah film animasi berdurasi pendek produksi Blender Foundation yang cukup bagus untuk dinikmati. Mari kita ulas singkat satu-persatu.
1. Elephants Dream
Elephants Dream adalah film open source pertama di dunia yang muncul tahun 2006, dibuat seluruhnya menggunakan perangkat lunak grafis open source termasuk Blender, dan beserta juga seluruh konten produksi film ini secara bebas boleh digunakan sesuka yang Anda inginkan, di bawah lisensi Creative Commons.
Elephants Dream adalah sebuah film animasi 3D yang bercerita tentang dua orang berkarakter asing yang menjelajah sebuah mesin yang tampaknya berubah-rubah tanpa batas. Karakter orang yang lebih tua, Proog, adalah sebagai seorang pemandu tour dan penjaga, yang dengan senang hati memamerkan pemandangan dan bahaya mesin tersebut kepada Emo, anak didiknya yang selalu ingin tahu namun kemudian bertambah skeptis. Dalam perjalanan mereka, Kita akan menemukan tanda-tanda bahwa mesin itu tidaklah seperti apa yang dipikirkan oleh Proog selama ini, dan panduannya membawa kepada situasi keputus-asaaan. Elephants Dream adalah cerita tentang komunikasi dan fiksi.
Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film Elephants Dream bisa langsung ke situs resminya di orange.blender.org. Dan di bawah ini adalah film Elephants Dream ofisial di youtube.
2. Big Buck Bunny
Sintel adalah sebuah film animasi pendek independen, inisiatif dibuat oleh Blender Foundation yang bertujuan sebagai pengembangan lanjutan dan memvalidasi perangkat lunak pembuat animasi 3D open source Blender. Dengan dana awal yang diberikan oleh 1000-an donasi dari komunitas di internet, hal di atas ini lagi-lagi membuktikan proyek ini akan menjadi sebuah model pengembangan yang layak untuk teknologi 3D terbuka dan juga sebagai film animasi independen.
Film pendek berdurasi sekitar 15 menit ini diwujudkan dalam studio Blender Institute di Amsterdam, oleh sebuah tim internasional yang terdiri dari seniman dan pengembang perangkat lunak. Selain itu ditambah dengan beberapa target teknis dan kreatif penting telah terwujud secara online, oleh pengembang dan seniman dari seluruh dunia.
Sintel diluncurkan perdana pada tanggal 27 September 2010 di Utrecht pada Festival Film Belanda. Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film Sintel ini bisa langsung ke situs resminya di sintel.org. Dan di bawah ini adalah film Sintel ofisial di youtube.
Sampai saat ini Blender Foundation sudah memproduksi empat buah film open source berbasis Blender. Anda mau mencoba? Paling tidak, amati, tiru, modifikasi seperti prinsip sederhana untuk berbisnis.
Elephants Dream adalah sebuah film animasi 3D yang bercerita tentang dua orang berkarakter asing yang menjelajah sebuah mesin yang tampaknya berubah-rubah tanpa batas. Karakter orang yang lebih tua, Proog, adalah sebagai seorang pemandu tour dan penjaga, yang dengan senang hati memamerkan pemandangan dan bahaya mesin tersebut kepada Emo, anak didiknya yang selalu ingin tahu namun kemudian bertambah skeptis. Dalam perjalanan mereka, Kita akan menemukan tanda-tanda bahwa mesin itu tidaklah seperti apa yang dipikirkan oleh Proog selama ini, dan panduannya membawa kepada situasi keputus-asaaan. Elephants Dream adalah cerita tentang komunikasi dan fiksi.
Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film Elephants Dream bisa langsung ke situs resminya di orange.blender.org. Dan di bawah ini adalah film Elephants Dream ofisial di youtube.
2. Big Buck Bunny
Big Buck Bunny adalah sebuah film animasi yang muncul tahun 2008, dibuat oleh tim dari Blender Institute yang berupa kisah komedi tentang seekor kelinci penyabar yang dijuluki "Big Buck", yang mana pada suatu hari diganggu oleh aksi-aksi yang kasar di hutan oleh tiga ekor hewan pengerat hutan seperti tupai. Yang kemudian si Big Buck mempersiapkan balasan untuk para hewan pengerat hutan tersebut dengan alur cerita seperti komik, tipikal tradisi dalam film-film kartun tahun 1950-an.
Tim kreatif pembuat film ini adalah diambil secara bersama-sama oleh Blender Institute dari seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Denmark, Italia, Jerman, Belanda, Belgia dan Australia. Instrumentasi musik digubah oleh Jan Morgenstern, yang mana juga menyediakan musik sound track untuk film produksi Blender sebelumnya; “Elephant's Dream”.
Big Buck Bunny dikeluarkan dalam bentuk format film 35mm, DVD dan Blu-ray, selain itu juga bisa diunduh untuk semua pihak dalam berbagai format video. Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film Big Buck Bunny bisa langsung ke situs resminya di bigbuckbunny.org. Dan di bawah ini adalah film Big Buck Bunny ofisial di youtube.
3. Sintel
Sintel adalah sebuah film animasi pendek independen, inisiatif dibuat oleh Blender Foundation yang bertujuan sebagai pengembangan lanjutan dan memvalidasi perangkat lunak pembuat animasi 3D open source Blender. Dengan dana awal yang diberikan oleh 1000-an donasi dari komunitas di internet, hal di atas ini lagi-lagi membuktikan proyek ini akan menjadi sebuah model pengembangan yang layak untuk teknologi 3D terbuka dan juga sebagai film animasi independen.
Film pendek berdurasi sekitar 15 menit ini diwujudkan dalam studio Blender Institute di Amsterdam, oleh sebuah tim internasional yang terdiri dari seniman dan pengembang perangkat lunak. Selain itu ditambah dengan beberapa target teknis dan kreatif penting telah terwujud secara online, oleh pengembang dan seniman dari seluruh dunia.
Sintel diluncurkan perdana pada tanggal 27 September 2010 di Utrecht pada Festival Film Belanda. Untuk mengunduh keseluruhan konten produksi film Sintel ini bisa langsung ke situs resminya di sintel.org. Dan di bawah ini adalah film Sintel ofisial di youtube.
Sampai saat ini Blender Foundation sudah memproduksi empat buah film open source berbasis Blender. Anda mau mencoba? Paling tidak, amati, tiru, modifikasi seperti prinsip sederhana untuk berbisnis.



















