Di Artikel Kelebihan Menggunakan Lampu LED, telah dibahas beberapa
keuntungan jika Anda menggunakan Lampu LED dibanding lampu
konvesional pijar maupun CFL neon. Kali ini kami akan membantu
memberikan tips bagaimana memilih lampu LED di pasaran yang sesuai
kebutuhan Anda.
Mengetahui nilai lumen
Berpikir tentang lumen sebgaai sebuah cara "baru" untuk
mengetahui seberapa terang sebuah lampu. Lumen = Cahaya Dihasilkan.
Dalam pengertian sederhana, Lumen (disimbolkan dengan lm) adalah
pengukuran nilai total dari cahaya yang terlihat (bagi mata manusia)
dari sebuah lampu atau sumber cahaya. Semakin tinggi angka lumen
semakin “terang” lampu akan terlihat.
Lebih Terang, sedikit energi (Watt) dengan LED
Dengan energi yang rendah pada lampu LED, dapat menghasilkan
cahaya ouput lebih banyak dari daya listrik yang dikonsumsi. Sebagai
contoh, sebuah lampu
LED 6.5W akan menghasilkan cahaya
seterang yang dihasilkan oleh sebuah lampu halogen
50W! Ketika menggunakan lampu LED lebih banyak energi yang
dirubah menjadi cahaya dibanding ke panas. Dari hasil tersebut,
menggunakan watt sebagai parameter kecerahan cahaya adalah tidak
relevan lagi.
Gambar: integral-led.com |
Berapa besar lumen yang Anda butuhkan?
Pertanyaan ini tidak ada jawaban baku – hal ini akan bergantung
dari sejumlah faktor seperti; ukuran ruang dan bentuk, tinggi
langit-langit, skema warna, jenis lampu dan fitting, area kerja dan
kebutuhan pengguna.
Sebagai panduan dasar; di bawah ini adalah contoh besar lumen yang
dibutuhkan per meter persegi untuk penggunaan dalam ruangan yang
berbeda. Contoh ini diambil berdasarkan pengalaman kami untuk rumah dengan bangunan tipe 36.
- Kamar mandi : 150 - 250 lumen
- Dapur : 250 - 400 lumen
- Ruang tamu : 500 - 800 lumen
- Ruang makan : 400 -700 lumen
- Kamar tidur : 400 - 600 lumen
- Teras dan halaman : 200 - 400 lumen
Cahaya Putih (Cool White) atau Kuning (Warm White)?
Temperatur Warna atau lengkapnya -
Correlated Colour Temperature (CCT) – dalam pencahayaan adalah
menggambarkan bagaimana warna cahaya yang terlihat dari sebuah lampu,
yang dihitung dengan satuan kelvin (K).
Bayangkan suatu skala dari nilai 1.000K (sangat merah) ke nilai
10.000K (sangat biru) (skala sebenarnya sangat lebar). Semakin tinggi
skala yang didapat, akan semakin mendekati cahaya yang menyerupai
cahaya biru langit di siang hari.
Namun sesungguhnya, temperatur warna tidak menunjukkan temperatur
asli dari sebuah lampu itu sendiri namun warna yang dihasilkan
melainkan sebaliknya; semakin tinggi temperatur warna akan terlihat
semakin “putih” pada sebuah lampu.
Gambar: integral-led.com |
Jadi, pilih cahaya putih atau kuning? Tidak ada aturan di sini - pilihan bergantung dari karakter dan kegunaan pribadi. Jika Anda suka warna tradisional lampu pijar yang kekuningan maka pilih lampu jenis warm white (2700 - 3500K) akan menjadi pilihan ideal. Jika Anda suka yang modern, terlihat cerah, Anda bisa pilih lampu yang lebih cerah berwarna putih (4000 - 6500K).
Berikut adalah contoh yang umum penggunaan warna lampu untuk area yang berbeda:
- Warm atau Warm White : Ruang keluarga, kamar tidur, teras, halaman.
- Cool White : Dapur, kamar mandi, ruang belajar, ruang tamu, kantor.
- Daylight : Gedung komersial, toko retail, studio.
Jangka Waktu Hidup (Lifetime)
Selain beberapa faktor di atas yang jadi pertimbangan Anda memilih lampu LED, tidak kalah penting adalah berapa lama lifetime produk lampu LED bisa bertahan (keawetan). Dan biasanya lamanya waktu hidup sebuah produk lampu diikuti juga dengan lamanya garansi yang diberikan produsen atau toko retail. Contoh untuk lampu LED yang memiliki waktu hidup hingga 15.000 jam biasanya paling lama mendapat garansi hanya 1 tahun, sedangkan produk lampu LED yang sanggup bekerja di atas 20.000 jam produsen berani memberi garansi hingga 2 tahun. Walaupun angka-angka tersebut tidak menjadi patokan baku di pasaran karena bergantung dari masing-masing produsen.
Harga
Yang terakhir walaupun bukan yang terpenting tapi juga sering menjadi pertimbangan konsumen adalah harga lampu LED yang secara umum relatif lebih mahal daripada lampu pijar maupun CFL. Namun jika Anda telah mengetahui kelebihan lampu LED dibanding lampu konvensional di artikel sebelumnya, maka sebenarnya Anda telah berhemat pengeluaran untuk beban listrik dan penggantian lampu untuk beberapa tahun ke depan!
Harga lampu LED biasanya berbanding lurus dengan besar lumen, daya watt, lifetime dan merk (biasanya juga garansi). Jadi umumnya semakin besar nilai lumen, watt, lifetime, termasuk lama garansi; akan semakin mahal harga sebuah lampu LED, apalagi jika produksi merk terkenal karena identik dengan jaminan mutu (walau tidak selalu).
Penutup
Sebenarnya masih ada model lampu LED lain seperti model dimmable yang mana daya dan kecerahan cahaya pada lampu bisa diatur dengan sirkuit dimmer. Adalagi lampu LED DC dengan power supply terpisah. Namun pada umumnya adalah lampu LED AC non-dimmable (hanya on-off, tidak bisa diatur) yang digunakan untuk penggunaan di rumah-rumah biasa. Jadi di artikel ini tidak membahas lampu LED jenis dimmable dan DC.
Tentu jika dimasukkan lagi model lampu LED yang lain seperti model dimmable (dapat diatur) dan arus DC, maka harga akan cenderung lebih mahal dari lampu LED umumnya yang dipakai di rumah-rumah.
Berikut ini adalah contoh label di bungkus lampu LED yang mencakup informasi yang cukup lengkap dari sebuah produk lampu LED.
Akhirnya diharapkan, dengan penjelasan beberapa faktor di artikel ini,
Anda bisa mendapat bahan pertimbangan yang jelas untuk memilih berbagai
macam lampu LED di pasaran. Semoga bermanfaat.
(Diolah dari: integral-led.com)
(Diolah dari: integral-led.com)
+ comments + 1 comments
mantap penjelasannya om, apalagi detail banget, salam kenal ya dari kami dan ijin promo ya harga lampu led jalan raya
Post a Comment